Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Australia Diam-diam Usir Jaringan Besar Mata-mata Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Februari 2023 18:04 6:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Februari 2023 17:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Australia diam-diam telah mengusir jaringan besar mata-mata Rusia yang besar yang anggotanya menyamar sebagai diplomat.

Jaringan mata-mata itu disamarkan sebagai staf kedutaan dan konsuler serta pekerja lain dengan menggunakan identitas rahasia, lapor koran The Sydney Morning Herald hari Jumat (24/2/2023), mengutip sumber yang tidak dapat diungkapkan namanya yang mengetahui perihal operasi tersebut, lansir Associated Press.

Australian Security Intelligence Organization (ASIO), dinas intelijen domestik Australia, sebelumnya pada hari Selasa mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mendeteksi dan membuyarkan sebuah jaringan besar mata-mata asing. ASIO tidak menyebutkan nama negara bersangkutan.

Sekjen bidang keamanan ASIO Mike Burgess menggambarkan jaringan mata-mata itu seperti “sarang lebah” karena ukurannya yang besar dan lebih berbahaya ketimbang “sarang” mata-mata yang sebelumnya sudah dibasmi. Berapa jumlah orang yang tergabung dalam jaringan itu tidak disebutkan.

“Tampak jelas bagi kami bahwa mata-mata itu sangat terlatih karena mereka menggunakan keahlian canggih untuk menyamarkan aktivitas mereka,” kata Burgess dalam laporan tahunan ASIO perihal ancaman bahaya yang mengintai negara Australia.

Baca Juga

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’

ASIO “menyingkirkan mereka dari negara ini, secara diam-diam dan profesional,” kata Burgess.

Sydney Morning Herald mengatakan mata-mata Rusia itu diusir keluar Australia dalam kurun enam bulan terakhir dab visa mereka tidak dapat diperbaharui atau dibatalkan.

Kantor media ASIO Jumat pekan lalu menolak mengomentari apakah jaringan tersebut merupakan mata-mata Rusia.

Perdana Menteri Anthony Albanese juga tidak bersedia mengatakan apakah jaringan mata-mata yang telah disingkirkan ASIO tersebut adalah Rusia.

“Saya tidak mengomentari pengarahan perihal keamanan nasional, tetapi saya hanya akan mengatakan bahwa ASIO melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam membela kepentingan nasional Australia dan mereka memiliki kepercayaan dan dukungan mutlak dari saya dalam melakukan pekerjaan itu,” kata Albanese kepada para reporter, lapor Associated Press.

Sebelum Albanese terpilih sebagai PM pada Mei tahun lalu, dia pernah menyerukan agar para diplomat Rusia diusir dari Australia sebagai respon atas invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, Dubes Rusia Alexey Pavlovsky masih tetap berada di Australia sejak dia ditempatkan pada Mei 2019.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASIOAustraliamata-matarusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TikTok Dilarang Dipasang di Ponsel Pegawai EU Commission
Tulisan selanjutnya Bagaimana Kondisi Bapak Ini Sekarang?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Berita
9 September 2026 11:14
Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Terbaru

  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
  • Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel

15 September 2026 08:23
Berita

Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik

14 September 2026 23:18
Berita

900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat

14 September 2026 21:39
Berita

Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

14 September 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?