Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wanita yang Semprotkan Merica ke Pengemudi Muslim Saat Sholat, Didakwa Kejahatan Rasial

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2024 12:46 12:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Oktober 2024 13:20
Bagikan
Jennifer Guilbeault, 23, terlihat dalam video menyerang Shohel Mahmud setelah ia sholat (membaca doa) dalam bahasa Arab
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang penumpang Uber telah didakwa atas tuduhan kejahatan kebencian setelah ia diduga menyemprotkan merica ke pengemudi dalam disebut jaksa sebagai “serangan anti-Muslim” yang terjadi awal tahun ini di Manhattan, New York City.

“Korban adalah warga New York yang pekerja keras dan tidak seharusnya menghadapi kebencian seperti ini karena identitasnya,” kata Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg . “Dia menyerang seorang pengemudi Uber Muslim tanpa alasan saat pengemudi itu sedang melakukan pekerjaannya.”

Pelaku bernama Jennifer Guilbeault, 23 tahun, didakwa melakukan penyerangan tingkat dua sebagai kejahatan kebencian, penyerangan tingkat tiga sebagai kejahatan kebencian, dan pelecehan berat tingkat dua, kata Jaksa Wilayah Manhattan Alvin L. Bragg, Jr. dalam siaran pers yang dibagikan pada Senin, 28 Oktober.

A woman pepper sprayed her muslim uber driver for praying pic.twitter.com/3zE3Ta9DMr

— non aesthetic things (@PicturesFoIder) October 30, 2024

Guilbeault dituduh menyemprotkan merica kepada sopirnya yang berusia 45 tahun, yang menjemputnya dan seorang temannya sekitar pukul 12:15 dini hari pada tanggal 31 Juli.

Dugaan penyerangan itu terjadi setelah sang supir Uber sholat dalam bahasa Arab di lampu merah di Upper East Side kota itu. Guilbeault diduga menerjang ke depan dari belakang dan menyemprotkan merica ke wajah sang pengemudi, menurut rilis tersebut.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Kantor kejaksaan di kota itu mengatakan akibat serangan ini pengemudi mengalami “rasa terbakar, kemerahan, dan nyeri” dan menelepon 911. Beberapa menit setelah itu Guilbeault ditangkap di tempat kejadian.

Dugaan penyerangan itu terekam dalam rekaman video. Menurut The New York Times, rekaman tersebut memperlihatkan Guilbeault dengan kasar mencengkeram pengemudi dan menyemprotkan semprotan merica saat teman tersangka menutup mulutnya dengan tangannya.

Pengemudi, yang kemudian diidentifikasi sebagai Shohel Mahmud, sebelumnya berbicara dengan ABC 7 NY tentang momen ini .

“Saya agak tergantung di luar mobil, jadi saya melepas sabuk pengaman, menutup mata, dan keluar. Lalu saya menyadari mobil saya masih menyala,” katanya, menurut laman media tersebut. “Saya melompat masuk, memindahkannya ke posisi parkir, dan keluar.”

“Jennifer Guilbeault secara tidak masuk akal menyerang seorang pengemudi Uber Muslim saat ia sedang melakukan pekerjaannya,” kata Alvin Bragg, jaksa wilayah Manhattan, dalam sebuah pernyataan.

“Korban adalah warga New York yang pekerja keras yang seharusnya tidak harus menghadapi jenis kebencian ini karena identitasnya. Semua orang dipersilakan untuk tinggal dan bekerja di Manhattan, dan Unit Kejahatan Kebencian kami akan terus menangani serangan yang bermotif bias dengan menyelidiki dan mendakwa kasus secara menyeluruh, melakukan penjangkauan masyarakat, dan mendukung para korban,” ujar Alvin Bragg.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (Cair) secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap dakwaan tersebut.

“Kami menyambut baik dakwaan kejahatan kebencian dalam kasus ini dan berterima kasih kepada otoritas penegak hukum karena telah mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka yang diduga melakukan serangan bermotif bias akan menghadapi konsekuensinya,” kata Afaf Nasher, direktur eksekutif Cair-NY.

Firma D Pagan Communications, tempat Guilbeault bekerja menulis di X bahwa mereka mengetahui tindakannya dan “tidak memaafkan perilaku ini”.

Kejahatan bermotif kebencian, atau yang dikenal dengan sebutan hate crime, di sejumlah kota besar di Amerika Serikat mengalami peningkatan selama paruh pertama tahun 2022, demikian data yang dikumpulkan Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme di Califonia State University di San Bernardino.

Data yang dikumpulkan dari 15 departemen kepolisian di kota besar menunjukkan peningkatan insiden bermotif bias sepanjang tahun ini rata-rata sekitar 5 persen.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa ArabBaitul Maqdis. headlineislamofobiakebencian rasial. anti-Islamkejahatan kebencianManhattanNew York Citysholatuber
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Berlanjut, Saksi Ungkap ada Upaya Guru Supriyani Dipaksa Akui Menganiaya
Tulisan selanjutnya Perwakilan Psikolog Internasional Bahas Pengembangan Keilmuan Psikologi Islam di UGM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?