Hidayatullah.com– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghadapi defisit anggaran tahun ini sampai 2027 menyusul keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, meskipun sudah dilakukan upaya penyusutan.
Sambil WHO bersiap menghadapi penarikan diri sepenuhnya Amerika Serikat tahun depan, organisasi itu secara bertahap menyusutkan anggaran dua tahunannya untuk periode 2026-2027 dari $5,3 miliar menjadi $4,2 miliar.
Meskipun sudah dilakukan penyusutan, anggaran WHO masih mengalami defisit $1,9 miliar, menurut laporan Health Policy Watch yang dirilis hari Rabu (2/4/2025) seperti dilansir AFP.
Pada periode anggaran 2022-2023, Amerika Serikat memberikan kepada WHO $1,3 miliar, yang kebanyakan disalurkan melalui kontribusi sukarela untuk sejumlah proyek yang sudah dialokasikan dan bukannya iuran keanggotaan rutin.
Namun, Washington tidak pernah membayarkan kewajibannya di tahun 2024, dan diduga kuat juga tidak akan memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai anggota pada tahun 2025, kata WHO.
Untuk iuran keanggotaan uperiode 2024-2025 saja Amerika Serikat berutang $260 juta, menurut WHO.
Hari Jumat pekan lalu, pimpinan WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberitahukan kepada staf organisasinya bahwa terdapat lubang $600 juta pada anggaran tahun ini. Oleh karenanya, mau tidak mau WHO harus melakukan penyusutan anggaran.
Bahkan sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan pengunduran diri Amerika Serikat dari WHO, menurut Tedros organisasi itu sudah mengalami keseretan finansial.
Bulan lalu, Tedros meminta Washington untuk menimbang ulang keputusan pemangkasan pendanaan program kesehatan global, karena akan berdampak pada kehidupan jutaan orang.
Dia mengatakan gangguan pendanaan pada program-program global berkaitan dengan HIV saja berisiko memicu penambahan 10 juta kasus HIV dan 3 juta kematian berkaitan dengan HIV.*