Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Secuil Pengalaman Mengajar Anak-anak di Sudan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2018 10:30 10:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2018 10:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ini adalah kisah pengalaman saya, bulan Agustus 2017. Biasanya, di akhir semester, setiap tahun, The International University of Africa (IUA),  dimana saya tengah menjalani studi, memiliki program khusus yang diwajibkan bagi setiap mahasiswa dan semua fakultas bernama Koofilah atau lebih di kenal dengan rihlah adda’awiyah selama 20 hari.

Dalam program  wajib ini, kami  utus untuk berangkat ke wilayah  Khuway, bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya dari beberapa negara yang mayoritas dari Negara Afrika.

Wilayah al Khuwaw berada di  Kabupaten Kurdufan Barat, Sudan.

Sedang mahasiswa asal Indonesia yang bersama kami berjumlah 4 orang dan beberapa mahasiswa dari  negara tetangga, Thailand.

Baca: Sejuk Ukhuwah Islam di Sudan [1]

Di tempat ini,  kami betul-betul diajarkan bagaimana tatacara berdakwah di tempat pedalaman, khususnya di wilayah Afrika. Kami dilatih untuk  bisa berbicara di depan orang-orang banyak. Setiap waktu sholat kami disuruh berpencar untuk mendatangi masjid-masjid yang ada di wilayah tersebut, untuk menyampaikan dakwah juga mengajar di beberapa sekolah.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar
Rihlah adda’awiyah selama 20 hari, di mana para mahasiswa ditugaskan berdakwah di masyarakat

Dengan diawasi beberapa dosen yang ikut bersama kami,  salah satu pengalaman yang kami dapatkan ialah ketika kami diberi tugas untuk mengajar di salah satu sekolah tingkat SD khusus laki-laki.

Sebagaimana diketahui,  di Sudan laki-laki dan perempuan mempunyai sekolah sendiri- sendiri. Yang membuat kami kaget,  ketika kami mendapatkan jadwal untuk mengajar pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak Sudan yang terbiasa menggunakan Bahasa Arab. Dengan semangat yang kuat dan keterbatasan kami dalam Bahasa Inggris, kami terpaksa mengajar kepada mereka.

Biidznillah,  kami bisa mengajar kepada mereka Bahasa Inggris,  hadits dan Al-Quran. Pengalaman lain yang kami rasakan adalah keramaham penduduk di wilayah tersebut, dimana dengan keterbatasan yang mereka miliki,  tidak sebanding dengan pelayanan pelayanan yang mereka berikan.

Wilayah Khuway  adalah wilayah yang memiliki penghasilan peternakan kambing dan unta. Bahkan di wilayah tersebut setiap hari Selasa, mereka mengadakan suq kabir (pasar besar). Di pasar ini dijual  beberapa hewan di antaranya unta dan kambing, dimana pembelinya datang dari negara Negara Teluk, Mesir dan Saudi, semuanya datang ke wilayah tersebut untuk membeli hewan yang akan dijual kembali di negara mereka.

Alhasil, rihlah dua pecan masih menghasilkan sedikit ilmu dan pengalaman.

Baca: Sudan antara Separasi dan Syariat Islam

Seorang guru bernama Aiman,  mengaku bersyukur dengan adanya acara ini, mereka berharap acara seperti ini selalu diadakan setiap tahun.

Pengajar mengaku senang melihat semangat dan antusiasme anak-anak meski kondisi mereka serba terbatas

Sementara para pengajar mengaku senang melihat semangat dan antusiasme anak-anak meski kondisi mereka serba terbatas.

“Sangat senang bisa mengajarkan anak-anak meski berbagai keterbatasan fasilitas yang mereka miliki,  mereka tetap semangat,”ujar salah satu pengajar yang tak mau disebutkan namanya di rombongan kami.

Sementara seorang petugas keamanan, Usamah (50) di wilayah Khuway merasa bahagia dengan kehadiran para mahasiswa berbagai Negara. “Semoga acara seperti ini berlanjut setiap tahun,” katanya.

Memang pengalaman tidak seberapa, tetapi sangat berharga, khususnya bagi saya warga Indonesia pernah mengajar anak-anak di wilayah Afrika, anak anak yang penuh semangat di tengah keterbatasan mereka.*/Nuruzzaman, mahasiswa  Universitas Internasional University of africa (IUA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaanakIUAKoofilahmengajarrihlah adda'awiyahSudanThe International University of AfricaWilayah al Khuwaw
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Venezuela Nicolas Maduro Lolos dari Serangan Drone
Tulisan selanjutnya Setelah Diminta PM Abiy Ahmed, Patriark Gereja Ortodoks Pulang ke Ethiopia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?