Hidayatullah.com–Seorang pejuang wanita Palestina menembak mati seorang pengawal keamanan di pintu masuk sebuah restoran semalam sebelum kemudian meledakkan dirinya yang menyebabkan tidak kurang 19 orang Yahudi mati.
Dalam kejadian itu, diperkiraklan 55 orang lagi mengalami cedera dalam serangan ke sebuah restoran Maxim di Haifa, utara Israel.
Serangan itu dilakukan ketika Israel ditutup sejak Jum’at di Tepi Barat dan jalur Gaza menjelang libur Yahudi, Yom Kippur yang dimulai hari Sabtu dan berakhir besok.
Dalam laporannya, Radio Israel menuduh, insiden yang menimpa Restoran Maxim itu dilakukan kelompok Hamas –salah satu kelompok militan pejuang Palestina– mengatakan tembok beton yang dibangun Israel di Tepi Barat takkan dapat mencegah para pejuangnya melancarkan aksi bom terhadap negara Yahudi tersebut.
Hamas juga mengingatkan pembuatan tembok beton tinggi itu, yang mengelilingi sejumlah permukiman Yahudi di Tepi Barat, akan mementahkan pelaksanaan ”peta jalan” perdamaian.
Seorang diplomat Israel menyampaikan rencana kepada PBB, Sabtu kemarin, yang meminta Dewan Keamanan agar mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel agar membatalkan keputusan memperpanjang tembok tersebut (sampai jauh memasuki wilayah Palestina).
Sementara itu, militer Israel kemarin menutup wilayah Tepi Barat, dua hari menjelang Yom Kippur – liburan Yahudi – yang dimulai Minggu malam. Jalan-jalan menuju Israel diblokade dan daerah-daerah sekitar kota Palestina dijaga lebih ketat oleh pasukan patroli.
Kota-kota Palestina di Tepi Barat hampir terus-menerus ditutup, sejak meletusnya intifadah –perjuangan melawan Yahudi– terhadap pendudukan Israel tiga tahun lalu. Jalur Gaza bahkan ditutup oleh pagar beraliran listrik.
Dampak penutupan itu terhadap sekitar 3,5 juta orang Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, diperkirakan relatif minim.
Militer Israel ingin mendirikan apa yang disebutnya ”zona-zona keamanan” di sekitar seluruh permukiman Yahudi, setelah pagar beton dibangun di Tepi Barat, lapor kopran Haaretz
Meski Israel telah menuduh Hamas, hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab melakukan serangan selapas serangan pertama dekat pangkalan tentera di Tel Aviv dan kafe di Baitulmaqdis pada 9 September lalu. (ant/sm/bh)