Hidayatullah.com–Warga muslim Nigeria akhirnya tak tahan juga dengan sikap pemerintah yang terkesan mendiamkan kekejian fundamentalis Kristen yang telah melakukan pembantaian selama seminggu ini.
?Kejadian pembunuhan beramai-ramai di Shendam membakar hati setiap penduduk Muslim,? kata Umar Ibrahim Kabo, Pengerus Majlis Ulama Nigeria.
Ibrahim mengucapkan peringatan ini di depan jamaahnya yang tengah berkumpul di kota Kano di bagian utara negara itu, seusai memimpin jamaah sholat di Masjid Aliyu Bn Abitalib, sebelum kemudian bergerak menuju kantor gubernur.
Ahad lalu, kelompok fundamentalis Kristen dari etnik Tarok dengan menggunakan senjata lengkap menyerbu kota Yelwa di pedalaman yang banyak didiami warga muslim.
Kawasan Yelwa terletak di kawasan Shendam, bagian tengah Nigeria menjadi saksi kekejaman fundamentalis Kristen yang dengan ganas membunuh tidak kurang 200 hingga 300 warga muslim, seperti angka resmi yang berikan pihak pemerintah.
Serangan terbaru terhadap warga muslim itu setidaknya telah meningkatkan keraguan akan adanya perdamaian antar etknis dan agama yang telah menimbulkan 10.000 orang meninggal dunia sejak tahun 1999.
?Kami memberi tempo tujuh hari kepada Presiden Obasanjo untuk mengambil tindakan tegas dan sewajarnya guna mengakhiri kekejaman ini atau bersedia menanggung apapun yang berlaku selepas tempo tersebut,? ujar Kabo yang juga pengerus dewan Syariah Kano.
?Penduduk Muslim sudah tidak tahan lagi mendengar pembunuhan terhadap saudara mereka di negara ini,? katanya sambil menuduh gubernur kawasan, Joshua Dariye telah bersekongkol dengan Amerika yang secara sengaja berusaha menghabisia warga muslim Nigeria. Kabo bahkan menuduh pembunuhan itu adalah bahagian dari perang global Barat atas Islam.
?Dariye sebaliknya telah digunakan oleh Barat untuk melaksanakan pembunuhan terhadap warga muslim di Nigeria, dengan cara memulai di kawasan serangan itu,? katanya disambut teriakan banyak orang sambil membakar patung Presiden Amerika, George W Bush, Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan Dariye.
Hingga saat ini, setidaknya telah 600 warga muslim dikabarkan meninggal dunia akibat kekejaman warga Kristen tersebut. Seorang pejabat Palang Merah setempat, Umar Abdu Mairiga, mengatakan, dia menaksir ada 500 sampai 600 orang yang telah meninggal. ?Saya perkirakan ada 500 hingga 600 orang yang meninggal, ? ujar Umar Abdu Mairiga. “Kita sudah melakukan apa yang kita dapat melakukan, ” ujarnya dikutip AFP. (ap/afp)