Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Afrika: Prancis Perburuk Situasi Libya

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 30 Juni 2011 15:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Afrika mengecam Prancis karena memasok senjata untuk kelompok-kelompok pemberontak Libya, sehingga membuat situasi negara itu semakin berbahaya.

Ketua Komisi Uni Afrika Jean Ping kepada BBC mengatakan, mempersenjatai pemberontak akan menciptakan masalah seperti yang terjadi di Somalia, di mana negara itu bertahun-tahun terjebak dalam konflik dan perang.

“Ada beberapa masalah,” katanya. “Resiko perang saudara, resiko perpecahan negara, resiko menjadikan negara itu seperti Somalia, resiko karena senjata ada di mana-mana … terorisme.”

Prancis telah mengkonfirmasi laporan yang menyebut bahwa mereka mengirimkan senjata beserta amunisinya dalam jumlah besar pada awal Juni ini ke para pemberontak Libya yang akan menyerang Tripoli.

Jurubicara militer Prancis Thierry Burkhard kepada Reuters mengatakan awalnya mereka mengirimkan pasokan makanan kepada warga karena situasi semakin memburuk. Namun bersamaan itu pula Prancis memberikan senjata dan amunisinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan mandat operasi militer udara di Libya kepada NATO untuk melindungi rakyat sipil, tidak memperbolehkan adanya pemberian senjata.

Keputusan bantuan ini diambil setelah Presiden Nicolas Sarkozy bertemu dengan Panglima Pasukan pemberontak Libya, Jenderal Abdelfatah Younis.

Sebagaimana dilansir BBC (30/6), menurut beberapa pengamat, tindakan Prancis tersebut telah melanggar embargo senjata atas Libya oleh Dewan Keamanan PBB. Terlebih menurut koran Prancis Le Figaro, negara itu tidak memeberitahukan keputusan pengiriman senjata itu kepada anggota NATO lainnya.

Namun, Amerika Serikat yang getol ingin menghabisi Muammar Qadhafi membenarkan tindakan Prancis itu. Katanya, resolusi nomor 1973 menganulir resolusi 1970 yang mengamanatkan embargo senjata untuk seluruh Libya.*

Keterangan foto: Seorang pemberontak Libya bersenjata mengusung bendera negara Prancis di Benghazi 24 Maret 2011.[getty]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Sambut Kedatangan Umar Al Bashir
Tulisan selanjutnya Indonesia Harus Menjadi Motor Penggerak Pembebasan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?