Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seniman Suriah Lawan Assad dengan Wayang Boneka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Juni 2013 09:42 9:42 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Juni 2013 09:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekelompok seniman Suriah yang tidak disebutkan namanya mengubah perlawanan mereka terhadap rezim Bashar al-Assad lewat pertunjukan satir wayang boneka.

Massasit Mati, pembuat pertunjukan wayang boneka yang diunggah ke Youtube itu, memberi judul karya satirnya dengan “Top Goon: Diaries of Little Dictator”. Serial itu menampilkan tokoh utama Beeshu, yang digambarkan sebagai seorang pria brutal putra dari seorang diktator yang memiliki hidung runcing bak paruh dan telinga bak tatakan gelas.

Assad yang diumpamakan sebagai Beeshu, dalam cerita itu dilindungi oleh pengikut setianya bernama The Goon (orang bodoh), sementara rakyat Suriah digambarkan sebagai sosok yang berani dan idealis.

Seri pertama diluncurkan pada tahun 2011, saat gelombang protes terhadap rezim Assad mulai merebak, menarik penonton sebanyak 200.000 di YouTube dan disiarkan lewat stasiun televisi kelompok oposisi Suriah di Dubai, Orient TV.

Sutradara pertunjukan itu yang hanya disebut sebagai Jameel, kepada The Guardian mengatakan lebih suka untuk menyembunyikan identitas dari 10 seniman yang terlibat dalam proyek tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancaranya lewat Skype Jameel mengatakan serial wayang boneka itu direkam di Beirut, Libanon.

“Kami menyamarkan para pemerannya, terutama Beeshu. Kami beri mereka kumis dan rambut palsu, kalau tidak orang-orang akan mengenalinya,” kata Jameel dikutip The Guardian Sabtu (22/6/2013).

Seiring dengan meningkatnya serangan militer rezim Bashar al-Assad, jumlah penonton di Suriah menurun pada seri kedua dan ketiganya.

Namun, pada bulan Januari lalu pembuatnya memutuskan untuk secara diam-diam berangkat ke Manbij di utara Aleppo untuk melakukan pertunjukan langsung dalam sebuah festival seni yang digelar aktivis setempat.

Saat rombongan mereka tiba di sana, pasukan Assad membom kota tersebut dan menewaskan sedikitnya 12 orang.

“Kami sangat terkejut dan penyelenggara festival mengira pertunjukannya akan ditunda,” kata Jameel.

“Kami merasa kami tidak bisa menunggu waktu lain, tetapi kami tidak ingin mengumpulkan banyak orang di ruangan tertutup, kalau-kalau ada serangan udara lain. Maka kami mempertunjukkan beberapa episodenya di jalanan saat berlangsung unjuk rasa memprotes pemboman itu.”

Top Goon akan ditampilkan bulan depan di London dalam rangka festival kebudayaan Arab, Shubbak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Tetap Tolak RUU Ormas
Tulisan selanjutnya Ketidakberimbangan Media Sering Tampak dalam Masalah Keislaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?