Hidayatullah.com—Sekelompok seniman Suriah yang tidak disebutkan namanya mengubah perlawanan mereka terhadap rezim Bashar al-Assad lewat pertunjukan satir wayang boneka.
Massasit Mati, pembuat pertunjukan wayang boneka yang diunggah ke Youtube itu, memberi judul karya satirnya dengan “Top Goon: Diaries of Little Dictator”. Serial itu menampilkan tokoh utama Beeshu, yang digambarkan sebagai seorang pria brutal putra dari seorang diktator yang memiliki hidung runcing bak paruh dan telinga bak tatakan gelas.
Assad yang diumpamakan sebagai Beeshu, dalam cerita itu dilindungi oleh pengikut setianya bernama The Goon (orang bodoh), sementara rakyat Suriah digambarkan sebagai sosok yang berani dan idealis.
Seri pertama diluncurkan pada tahun 2011, saat gelombang protes terhadap rezim Assad mulai merebak, menarik penonton sebanyak 200.000 di YouTube dan disiarkan lewat stasiun televisi kelompok oposisi Suriah di Dubai, Orient TV.
Sutradara pertunjukan itu yang hanya disebut sebagai Jameel, kepada The Guardian mengatakan lebih suka untuk menyembunyikan identitas dari 10 seniman yang terlibat dalam proyek tersebut.
Dalam wawancaranya lewat Skype Jameel mengatakan serial wayang boneka itu direkam di Beirut, Libanon.
“Kami menyamarkan para pemerannya, terutama Beeshu. Kami beri mereka kumis dan rambut palsu, kalau tidak orang-orang akan mengenalinya,” kata Jameel dikutip The Guardian Sabtu (22/6/2013).
Seiring dengan meningkatnya serangan militer rezim Bashar al-Assad, jumlah penonton di Suriah menurun pada seri kedua dan ketiganya.
Namun, pada bulan Januari lalu pembuatnya memutuskan untuk secara diam-diam berangkat ke Manbij di utara Aleppo untuk melakukan pertunjukan langsung dalam sebuah festival seni yang digelar aktivis setempat.
Saat rombongan mereka tiba di sana, pasukan Assad membom kota tersebut dan menewaskan sedikitnya 12 orang.
“Kami sangat terkejut dan penyelenggara festival mengira pertunjukannya akan ditunda,” kata Jameel.
“Kami merasa kami tidak bisa menunggu waktu lain, tetapi kami tidak ingin mengumpulkan banyak orang di ruangan tertutup, kalau-kalau ada serangan udara lain. Maka kami mempertunjukkan beberapa episodenya di jalanan saat berlangsung unjuk rasa memprotes pemboman itu.”
Top Goon akan ditampilkan bulan depan di London dalam rangka festival kebudayaan Arab, Shubbak.*