Hidayatullah.com–Badan Intelijen Israel, Mossad, dikabarkan akan menempuh cara ‘tak lazim’ untuk merekrut agen intelijennya dengan mengikuti acara bursa tenaga kerja (job fair) di salah satu universitas, demikian tulis harian Jerusalem Post, Selasa (23/12/2013) kemarin.
Meskipun mitranya Dinas Intelijen AS (CIA) telah menyeleksi kandidat dengan pameran di kampus-kampus AS selama bertahun-tahun, Mossad yang dikenal dengan kerahasiaannya itu baru mulai merekrut para lulusan kuliah dalam beberapa tahun terakhir
Berdasarkan laporan sebanyak 30 perusahaan pertahanan dan teknologi Israel akan mengirimkan perwakilannya ke bursa kerja untuk menarik minat para lulusan terbaik di kampus pada hari ini.
Dilansir dari Xinhua (23/12/2013), koran the Jerusalem Post kemarin menulis Mossad akan mengirimkan stafnya untuk mewawancarai kandidat prospektif dalam bursa tenaga kerja di Universitas Ben-Gurion (BGU) di Beersheba.
Adaptasi metode rekrutmen ala CIA ini bisa jadi menunjukkan tingginya kompetisi di sektor swasta, yang menawarkan gaji lebih tinggi tetapi tidak ada risiko.
Meskipun Mossad belum akrab dengan pameran pekerjaan, penyedia jasa keamanan seperti Shin Bet telah merekrut personel baru dengan menempatkan iklan secara periodik di koran dan menerima lamaran kerja dari laman resminya sejak 2005.
Tak Sehebat yang Dibayangkan
Banyak pihak, menggambarkan bahwa Mossad memiliki kemampuan hebat. Namun faktanya tidaklah demikian. M Stansfield Turner, Kepala CIA 1977-1981 mengatakan kemampuan yang dimiliki sedang-sedang saja. Mereka hanya unggul dalam publikasi.
Sementara itu, tokoh Hamas Palestina, Khalid Misy’al, yang pernah menjadi target pembunuhan Mossad justru menilai lembaga intelijen ini sangat berantakan.
Dinas intelijen ini pernah berbuat ceroboh ketika memalsu paspor dan beberapa kali juga tertangkap oleh otoritas negara lain karena usaha ini. Beberapa kali salah sasaran.*