Hidayatullah.com– Diberitakan Huffingtonpost.com, jurubicara Vatikan Rev. Federico Lombardi menyatakan bahwa Vatikan tidak menganggap isu pembunuhan terhadap Paus Fansiskus sebagai hal yang serius.
“Tak ada yang serius dari hal itu. Tak ada perhatian khusus di Vatikan. Berita ini tidak memiliki dasar,” kata Lombardi dikutip sebuah laman Katolik.
Pernyataan Lombardi disampaikan menanggapi pemberitaannya media Italia, Tempo II yang mengutip pernyataan yang ditulis dari sumber seorang intelijen Italia tanpa disebutkan identitasnya.
Sumber intelijen menyebutkan Paus Fransiskus akan menjadi target kelompok militan ISIS. Selain itu, ISIS akan kembali gencar meningkatkan konfrontasi ke bagian negara yang lebih luas termasuk Italia dan Eropa.
Seperti diketahui sebelumnya, pada awal bulan yang lalu Paus Fransiskus menyerukan melawan ISIS. Kendati begitu, ia tetap saja menolak serangan udara Amerika terhadap kelompok itu.
“Saya hanya bisa berkata: Sah bila harus menghentikan serangan yang tidak adil. Saya garis bawahi kata kerja: Hentikan. Saya tidak mengatakan tentang bom, berperang, saya katakana berhenti dengan beberapa cara. Hal ini harus didiskusikan,” kata Paus seperti dilansir CNN dalam jumpa pers pekan lalu.
Seperti diketahui, sebuah pemberitaan yang telah beredar luas di media Tempo II Italia, Senin (25/08/2014), menuliskan bahwa Paus Fransiskus menjadi target bidikan ISIS. Namun menyikapi hal itu, pihak Vatikan lalu dengan terang membantah berita yang dinilai tidak berdasar itu.
Setiap pemberitaan harusnya didasarkan pada sumber yang sahih dan dapat dibuktikan kebenarannya, bukan sekedar isu yang memicu keresahan publik. Begitu pula dengan para pembaca agar tetap bijak dalam menyaring segala pemberitaan yang ada*.