Hidayatullah.com–Sebanyak 29 persen pemuda Saudi menghabiskan seluruh gaji mereka lima hari sebelum masa pembayaran gaji selanjutnya tiba. Demikian menurut survei terbaru oleh Pusat Pemuda Pangeran Salman, lapor Arab News (12/11/2014).
Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang kebiasaan pemuda Saudi dalam membelanjakan uangnya, yang kelihatannya dihamburkan untuk membeli pakaian, makan di restoran mahal dan mengajak keluarga mereka berlibur akhir pekan dengan biaya mahal.
Meskipun banyak yang memiliki kebiasaan boros, namun 40 persen responden dalam survei yang diberi nama Tren Perencanaan Pemuda Saudi itu mengaku memiliki rekening tabungan di bank.
Ketika ditanya soal perencanaan masa depan, sebanyak 30 persen responden mengaku merencanakan karir mereka dan berhasil mendapatkan pekerjaan mapan. Sebanyak 74 persen yakin bahwa mereka perlu melakukan perencanaan masa depan, yang dipelajari melalui membaca dan pelatihan.
Tujuh dari Sepuluh pemuda Saudi yang berkerja sebagai pengusaha mengaku melakukan 50 persen lebih bagian dari perencanaan yang dibuatnya. Sebanyak 29 persen yakin mereka bisa dengan mudah melaksanakan rencana masa depan yang dibuatnya.
Enam puluh persen pemuda mengatakan mendapat sebagian besar pengalamannya dari jaringan media sosial dan 40 persen mengaku membagikan pengalaman mereka di jejaring yang sama.
Kebanyakan pemuda Saudi meyakini mereka tidak harus membuat perencanaan untuk masa depan, karena mereka takut ada hal-hal yang menjadikan rencananya sulit dilaksanakan.
Hasil survei itu mendapati bahwa 20 persen pemuda putra umumnya memegang komitmen atas perencanaan yang mereka buat, sementara hanya 18 responden pemuda putri yang mengaku setia menjalankan perencaan yang dirancangnya untuk masa depan.
Tidak hanya itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa tekad pribadi, orangtua dan teman-teman, serta pendidikan memberikan pengaruh yang kuat pada bagaimana pemuda merencanakan masa depannya.
Sebanyak 45 persen pemuda mengaku selalu membuat perencanaan, delapan persen membuat perencanaan untuk beberapa tahun, 18 persen beberapa bulan, 24 persen untuk beberapa pekan atau hari dan 5 persen mengatakan tidak pernah membuat perencanaan.*