Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Senang Gambia Kembali Gabung Persemakmuran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Februari 2017 19:20 7:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Februari 2017 19:20
Bagikan
Adama Barrow, Presiden Gambia ke-3 sejak negaranya merdeka dari Inggris, pengganti Yahya Jammeh.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson hari Selasa (14/2/2017) di Gambia mengatakan “sangat senang” negara Afrika itu akan kembali bergabung dengan Persemakmuran (Commonwealth).

Kunjungan Johnson itu, yang pertama dilakukan oleh seorang Menlu Inggris ke Gambia, dilakukan beberapa pekan setelah Yahya Jammeh pergi meninggalkan negaranya dan mengasingkan diri di luar negeri, menyusul kekalahannya dalam pemilu presiden tahun lalu.

Tahun 2013 Jammeh mengeluarkan Gambia dari keanggotaan Commonwealth, menyebut organisasi itu sebagai institusi neo-kolonial.

Presiden Gambia yang baru, Adama Barrow, berjanji memasukkan kembali negaranya dalam perhimpunan beranggotakan 52 negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum berangkat ke Banjul, Johnson berkata, “Kami akan memastikan hal ini terjadi pada bulan-bulan mendatang.”

“Kekuatan kemitraan kami menunjukkan bahwa pengaruh global Inggris dan aktivitasnya di dunia semakin tumbuh.”

Sekretariat Commonwealth menyambut baik kabar tersebut, dengan mengatakan proses formal bergabungnya kembali Gambia akan disetujui oleh para pemimpin negara anggotanya.

“Ketika Gambia meninggalkan Commonwealth pada 2013, kepala-kepala pemerintahan … mencatat keputusan itu dengan penyesalan. Kami menanti negara itu akhirnya akan kembali sebab mereka bagian dari keluarga dekat kami dan pintu kami selalu terbuka,” kata seorang jubir organisasi itu seperti dilansir BBC.

Pekan lalu, Uni Eropa menjanjikan Gambia paket bantuan senilai hampir 81 juta dolar, setelah dua tahun lebih membekukan bantuannya untuk negara di Afrika Barat itu.

Barrow, yang diambil sumpahnya sebagai presiden bulan lalu, juga mengatakan bahwa Gambia akan membatalkan pengunduran dirinya dari International Criminal Court (ICC).

Dalam sebuah pernyataan hari Senin (13/2/2017), pemerintah baru Gambia mengatakan telah menulis surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres guna menginformasikan perihal keputusannya untuk membatalkan permohonan keluar dari ICC.

Seorang mantan menteri informasi Gambia tahun lalu menyebut ICC sebagai “International Caucasian Court” untuk menghakimi dan mempermalukan orang-orang kulit berwarna, terutama orang Afrika.

Dalam pertemuan tingkat tinggi tahunan Uni Afrika bulan ini, sejumlah pemimpin menyerukan hengkang dari ICC, tetapi mendapatkan penentangan dari negara lain termasuk Nigeria, Senegal dan Gambia.

Gambia adalah negara tujuan wisata yang populer di kalangan warga Inggris. Ribuan orang terpaksa dievakuasi tahun lalu menyusul kekhawatiran akan keamanan di negara itu, sebab Yahya Jammeh masih belum bersedia melepaskan jabatannya, sementara tentara Uni Afrika sudah bersiap untuk menyingkirkan Jammeh secara paksa.

Barrow, yang diambil sumpahnya di Senegal, akan dilantik di stadion nasional hari Sabtu (18/2/2017).

Beberapa kepala negara diharapkan hadir. Tokoh-tokoh terkemuka lokal, termasuk mantan wakil presiden Alhagie Saihou Sabally, yang baru pulang dari pengasingan selama 22 tahun, diperkirakan juga akan menghadiri pelantikan Barrow itu.

Yahya Jammeh, yang berkuasa sejak kudeta 1994, sekarang tinggal di pengasingan di Guinea Ekuatorial.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Rencana ‘Cap Go Meh di Halaman Masjid’, FKUB Semarang tidak Diajak Bicara
Tulisan selanjutnya Pengurus: ‘Cap Go Meh di Halaman Masjid Agung Jawa Tengah’ Dibatalkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?