Hidayatullah.com–Bangladesh mengecam pemblokiran akses menuju Masjid al-Aqsha oleh penjajah Israel menyusul aksi heroik pemuda-pemuda Palestina 14 Juli yang menyebabkan tiga warga Palestina dan dua petugas polisi Israel tewas.
Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, pertama kalinya umat Islam tidak dapat menyelenggarakan shalat Jum’at di komplek masjid yang sucikan Muslim sedunia tersebut.
Dalam sebuah pesan kepada rekannya di Palestina, Menteri Luar Negeri Bangladesh, AH Mahmood Ali mengkritik penutupan Masjid Al-Aqsha, pelarangan shalat Jumat dan pengenaan pembatasan lainnya di sekitar al-Haram al-Sharif oleh penjajah Israel.
Baca: OKI Gelar Rapat Darurat Terkait Krisis Masjidil Al-Aqsha
Lebih jauh, AH Mahmood juga menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada para korban yang syahid, kutip laman dhakatribune.
Dalam pesan tersebut, Menteri Luar Negeri Bangladesh juga mengulangi komitmen negaranya untuk mewujudkan hak-hak yang tidak boleh dicabut dari saudara-saudara Palestina, yaitu sebuah tanah air yang independen.*/Khawlah bint al-Azwar