Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Pengawal Osama bin Laden Dilarang Masuk Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2018 08:51 8:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2018 08:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang Jerman hari Senin (13/8/2018) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeluarkan larangan masuk bagi Sami A, seorang pria yang diduga pernah menjadi pengawal Osama bin Laden, setelah bulan lalu diekstradisi ke negara asalnya Tunisia.

Seorang jubir pemerintah kota Bochum mengatakan bahwa larangan itu merupakan prosedur normal berdasarkan undang-undang keimigrasian Uni Eropa. Begitu seseorang dideportasi, dia dilarang masuk ke negara manapun yang merupakan anggota dari Zona Schengen bentukan Uni Eropa.

Koran Kölner Stadt-Anzeiger yang pertama kali melaporkan bahwa Sami A dimasukkan oleh pihak keamanan ke dalam daftar orang yang tidak diinginkan dalam database Sistem Informasi Schengen.

Tahun 2012, muncul kabar bahwa Sami A telah tinggal di kota Bochum selama hampir 20 tahun, meskipun pihak berwajib mencurigainya pernah mengikuti pelatihan militan bersama Al-Qaeda dan menjadi pengawal Osama bin Laden. Kabarnya, dia mendapatkan tunjangan hidup €1.200 ($1.365) perbulan selama tinggal di Jerman

Setelah melalui proses hukum yang panjang, pria berkebangsaan Tunisia berusia 42 tahun ini akhirnya dideportasi ke negeri asalnya bulan lalu oleh Kantor Federal untuk Migrasi. Akan tetapi, masalah legalita deportasinya masih belum tuntas. Pasalnya, undang-undang Jerman melarang seseorang dikirim pulang ke negeri asalnya jika dia terancam akan mendapatkan siksaan atau kekerasan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengadilan administrasi di Gelsenkirchen menolak deportasi Sami A. Namun, surat faksimili yang menyatakan pelarangan deportasi itu baru dibaca oleh pihak berwenang setelah dia tiba di bandara Tunis. Pengadilan itu kemudian mengajukan gugatan terhadap pemerintah agar membawanya kembali ke Jerman dan mengancam otoritas imigrasi dengan denda €10,000.

Akan tetapi, pihak pemerintah kota Bochum berusaha agar keputusan pengadilan adminsitrasi itu dibatalkan.

Sementara proses hukum seputar Sami A masih belum jelas inilah, kemudian pemerintah Bochum mengeluarkan larangan masuk bagi terduga eks pengawal Bin Laden itu.

Sementara itu di Tunisia, pihak berwenang masih menyelidiki Sami A dalam kaitannya dengan tetorisme. Dia sekarang dibebaskan bersayarat, sebab hakim menyatakan saat ini belum ada jerat hukum apapun yang bisa dikenai atas Sami A. Meskipun demikian, dia tidak diperkenankan meninggalkan wilayah Tunisia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wukuf Arafah Senin, Arab Saudi Umumkan Idul Adha Tanggal 21 Agustus
Tulisan selanjutnya AS Rancang Kejatuhan Mata Turki, Erdogan: Kami Punya Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?