Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Belanda: Pastafarianisme Gereja Monster Spageti Terbang Bukan Agama

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2018 11:54 11:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Agustus 2018 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pastafariamisme, yang pengikutnya meyakini ajaran Gereja Monster Spageti Terbang, bukanlah agama. Demikian menurut pengadilan administratif tertinggi di Belanda.

Raad van State memproses kasus itu atas permohonan seorang mahasiswa dari kota Nijmegen.

Mahasiswa bernama De Wilde menyerahkan foto paspor yang mana dia mengenakan panci saringan di kepalanya, yang merupakan simbol suci Pastafarianisme.

Wali Kota Nijmegen menolaknya dan berdalih foto tersebut tidak sesuai dengan aturan resmi yang berlaku. Oleh karena itu, pemuda tersebut lantas mengajukan masalahnya ke pengadilan.

Hukum di Belanda menyatakan bahwa penutup kepala yang boleh dipakai dalam foto paspor adalah yang digunakan demi kepentingan keagamaan, filosofis atau alasan medis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penutup kepala boleh dipakai dalam foto paspor jika alasannya adalah kepentingan relijius. Namun, karena Pastafarianisme dianggap bukan agama, maka tidak ada alasan bagi pengikutnya untuk memakai tudung kepala.

Menurut pengadilan, Pastafariamisme dipenuhi oleh satir dan tidak bisa dianggap sebagai ajaran suatu agama serius, seperti kriteria yang ditetapkan oleh Pengadilan HAM Eropa dalam mendefinisikan kebebasan beragama.

“Saya bisa membayangkan semuanya kelihatan sangat ganjil jika orang tidak mempercayainya,” kata De Wilde kepada koran Algemeen Dagblad seperti dilansir Euronews Kamis (16/8/2018). “Namun, itulah yang terjadi pada banyak agama jika anda tidak meyakininya, contohnya orang yang bisa berjalan di atas air atau membelah dirinya sendiri menjadi dua. Menurut saya agama-agama lainnya tidak dapat dipercayai,” ujar mahasiswa itu.

Menurut media lokal, De Wilde sekarang sedang mempertimbangkan untuk membawa kasusnya ke Pengadilan HAM Eropa.

Pastafariamisme dilahirkan oleh warga Amerika Serikat Bobby Henderson, yang meyakini bahwa dunia ini diciptakan oleh Monster Spageti Terbang yang tidak kasat mata.

Henderson mengarang Pastafariamisme sebagai protes terhadap paham penciptaan yang diajarkan di sekolah-sekolah di Amerika. Henderson merasa Pastafariamisme harus diajarkan juga di sekolah-sekolah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arafah, Tak Kenal Maka Tak Cinta
Tulisan selanjutnya Secangkir Kopi Presiden Taiwan Sebabkan Kerugian $120 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?