Hidayatullah.com—Seiring dengan meredanya pertempuran di Suriah, pemerintah Jerman akan mempertimbangkan kembali moratorium repatriasi pengungsi atau migran Suriah ke negara asalnya, kata Kementerian Dalam Negeri Jerman hari Jumat ((16/11/2018).
Pihak berwenang, terutama, meninjau kemungkinan untuk mendeportasi warga Suriah yang melakukan tindak pidana, kata Mendagri Horst Seehofer kepada Redaktionsnetwerk Deutschland seperti dilansir DW.
“Kami sedang mengkajinya dengan seksama di kementerian,” kata Seehofer.
Keputusannya diharapkan dapat dibuat dalam waktu dua pekan, ketika menteri-menteri dalam negeri 16 negara bagian di Jerman bertemu dengan Seehofer di pusat kota Magdeburg.
Baca: Pernyataan dari Pemerintah Jerman Meredakan Ketakutan Pengungsi Suriah
Setahun lalu, kelompok mendagri Jerman itu setuju untuk menghentikan sementara perdeportasian warga Suriah sampai akhir tahun 2018. Namun, mendagri Bavaria dan Saxony mendesak agar kebijakan itu diperpanjang hanya enam bulan saja.
Awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan laporan rahasia perihal situasi di Suriah. Dokumen itu ditujukan untuk membantu lembaga-lembaga pemerintah dan pengadilan dalam membuat keputusan berkaitan dengan permohonan suaka.
Sementara perincian laporan itu masih dirahasiakan, Kemenlu Jerman mengatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan situasi Suriah yang “rumit, masih sulit dan rawan.” Situasinya sama saja baik di daerah yang dikuasai pasukan rezim Presiden Bashar Al-Assad maupun daerah yang dikuasai pasukan pemberontak. Selain itu, sulit untuk mengumpulkan informasi yang dapat diandalkan mengingat Jerman saat ini tidak memiliki kedutaan di Suriah, kata para pejabat.
Mendagri negara bagian Bavaria Roland Woller, seorang politisi dari partai konservatif CDU, mendukung inisiatif pendeportasian para pelaku kriminal.
“Segera begitu situasi keamanannya memungkinkan, harus ada opsi untuk mengirim kembali ke Suriah orang-orang yang berbahaya bagi masyarakat dan juga para pelaku kriminal,” kata Woller kepada Redaktionsnetwerk Deutschland.
“Kami akan mempertimbagnkan laporan terbaru (Kemenlu) itu dalam konferensi menteri-menteri dalam negeri,” imbuhnya.
Joachim Hermann dari partai CSU negara bagian Bavaria juga secara terbuka mendukung pendeportasian para migran dan pengungsi Suriah.
Pada saat yang sama, partai oposisi Kiri mengecam Seehofer karena membuka pintu untuk melanjutkan kembali pendeportasian orang-orang Suriah.
“Tidak boleh ada pendeportasian siapapun ke Suriah,” kata Ulla Jelpke. Menurut wanita politisi Partai Kiri itu Suriah masih “dilanda perang saudara dan terorisme.” Tidak hanya itu, negara tersebut saat ini masih dipimpin oleh Bashar Al-Assad yang “meneror rakyatnya sendiri di masa lalu, dan sekarang masih melakukannya, dan pastinya akan terus melakukan hal itu di masa depan.”
Ketua kelompok Pro Asyl Gunter Burkhart menegaskan bahwa rakyat Suriah masih menghadapi bahaya keamanan dan masalah-masalah rumit berkaitan ketersediaan barang kebutuhan pokok.
“Suriah tidak aman,” kata kelompok Pro Asyl.*