Hidayatullah.com–Pesawat jet tempur ‘‘Israel’’ menembakkan rudal-rudalnya terhadap pasukan Rezim Bashar al Assad di wilayah Provinsi Quneitra, Rabu malam.
“Pesawat musuh ‘‘Israel’’ menembakkan beberapa rudal ke arah beberapa posisi tentara,” tulis media pemerintah tersebut, Kamis (12/7/2018), kata sumber militer Assad dilaporkan kantor berita negara Suriah, SANA.
Target serangan rudal ‘‘Israel’’ adalah pos tentara Suriah di dekat kota Hadar dan Juba. Militer Assad mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menghalau beberapa rudal musuh.
Fars News juga melaporkan, militer ‘‘Israel’’ juga melancarkan serangan mortar ke wilayah al-Ba’ats di Provinsi Quneitra.
Menurut sumber-sumber Suriah yang diwawancara televisi al-Mayadeen, tidak ada korban dalam serangan mortir Zionis.
Media ‘‘Israel’’ melaporkan bahwa sirine dibunyikan di Dataran Tinggi Golan. Koran Haaretz, melaporkan sistem pertahanan rudal ‘‘Israel’’ Iron Dome telah mendeteksi beberapa rudal yang ditembakkan dari Suriah.
Baca: Mengapa Rusia dan Iran Menghindari Perang dengan ‘‘Israel’’ .
Juru bicara militer ‘‘Israel’’ menyebutkan sebanyak 20 rudal ditembakkan dan sebagiannya berhasil dicegat. Akan tetapi sumber-sumber independen menyebutkan sebanyak 68 rudal telah ditembakkan ke arah Dataran Tinggi Golan oleh Suriah.
“IDF menyerang tiga posisi tentara Suriah sebagai tanggapan atas gangguan oleh UAV Suriah yang dicegat sebelumnya pada Rabu,” kata Pasukan Pertahanan ‘‘Israel’’ (IDF) melalui pernyataan persnya.
IDF juga melakukan “aktivitas berat” di wilayah Suriah di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Zionis.
Serangan di Quneitra hanya berselang beberapa jam setelah militer ‘‘Israel’’ menembak jatuh pesawat nirawak Suriah dengan rudal Patriot setelah kendaraan udara itu memasuki wilayah udara ‘‘Israel’’. Rekaman dari serangan rudal Patriot dirilis para pejabat ‘‘Israel’’ tak lama setelah insiden.
Menurut Komite untuk Pelindung Wartawan, setidaknya 70 wartawan dan pekerja media saat ini terperangkap di Provinsi Quneitra dan Deraa di Suriah setelah kedua wilayah itu direbut pasukan Assad dari pemberontak. Puluhan wartawan tak bisa keluar dari wilayah itu karena rezim Suriah menutup perbatasan Suriah-’’Israel’’-Yordania.
Serangan terbaru ‘‘Israel’’ itu terjadi pada saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Seorang pejabat pemerintah Netanyahu mengatakan, Tel Aviv tidak akan menggulingkan Presiden Assad, namun Moskow harus mendorong pasukan Iran untuk hengkang dari Suriah.
“Mereka (Rusia) memiliki minat aktif dalam melihat rezim Assad yang stabil dan kami mengusir orang Iran. Ini dapat berbenturan atau dapat diselaraskan,” kata pejabat pemerintah Netanyahu yang berbicara tanpa menyebut nama.
“Kami tidak akan mengambil tindakan terhadap rezim Assad,” lanjut pejabat itu menirukan ucapan Netanyahu kepada Putin, yang dikutip Reuters.