Hidayatullah.com–Para remaja Palestina penyandang cacat yang diamputasi, dan banyak yang memakai kruk, akhirnya bisa kembali ke lapangan di Gaza pada hari Selasa (7/7/2020) untuk pertama kalinya setelah pembatasan coronavirus dikurangi di wilayah tersebut.
Pelatih mereka mengatakan beberapa dari 26 atlet telah kehilangan anggota badan akibat serangan yang dilakukan ‘Israel, di Gaza, Middle East Monitor melaporkan.
“Kami sekarang kembali ke lapangan. Kami berlatih dan ingin bermain di liga,” kata Mai Al-Yazji, 14, merujuk pada turnamen tim khusus untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun yang mengalami cacat dan diamputasi.
Di tengah kondisi blokade yang dikontrol ketat oleh Israel dan Mesir, Gaza telah melaporkan 72 kasus Covid-19 dan satu kematian akibatnya. Daerah di pantai Mediterania ini memiliki populasi sekitar dua juta penduduk, banyak dari mereka yang termiskinkan akibat blokade sejak 2008.
Otoritas kesehatan Gaza baru-baru ini mengizinkan klub olahraga, pusat kebugaran, masjid, restoran, dan ruang acara untuk kembali beroperasi.
Sekitar 80 orang dewasa yang diamputasi bersaing di liga sepak bola mereka sendiri. Banyak dari mereka terluka akibat serangan ‘Israel’, menurut Asosiasi Sepakbola Ampute Palestina di Gaza.
“Senang rasanya bermain sepak bola untuk pertama kalinya,” kata Weam Al-Astal, 15 tahun, yang mengatakan dia kehilangan kaki ketika rudal Israel mendarat di sebelah rumahnya pada 2014. “Saya sekarang lebih mencintai olahraga ini. Dan saya bermimpi untuk menjadi pemain terkenal.”
Asosiasi mensponsori liga dalam kemitraan dengan Komite Palang Merah Internasional, dan ICRC yang juga menyediakan seragam dan kruk.
“Kami sangat senang kami memulai kembali kegiatan sepak bola bagi para penyandang amputasi, meyelanggarakan pelatihan, dan kompetisi,” kata Ignacio Casares, direktur kantor ICRC di Gaza.
Fouad Abu Ghalyoun, ketua Asosiasi Sepakbola Ampute Palestina, mengatakan kemitraan dengan ICRC membantu dalam rehabilitasi orang-orang yang diamputasi dan keterlibatan kembali mereka dengan masyarakat.*