Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kamilia Helmy: “Melalui CEDAW, Barat Tak Ingin Anak Perempuan Jadi Seorang ibu”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2012 08:47
Bagikan
Melalui CEDAW, Barat Tak Ingin Anak Perempuan Jadi Seorang ibu
Bagikan

Hidayatullah.com–Sudah 33 tahun yang lalu, PBB mengharuskan banyak negara untuk meratifikasi konvensi CEDAW (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination against Women atau Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita).

Apabila membaca konvensi ini secara sekilas, akan terlihat bahwa konvensi ini sangat mengistimewakan perempuan dan sangat menghargai perempuan. Tapi siapa mengira bahwa ternyata konvensi ini sangat berbahaya bagi keluarga Muslim dan menghancurkan tatanan keluarga Muslim yang sudah terbangun dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Ir. Kamilia Helmy President of the International Islamic Committee for Woman and Child (IICW), saat menjadi pembicara dalam Dialog “Temu Pakar Keluarga Dari Mesir” yang diadakan oleh PP Wanita Islam di Aula Komp. DPR RI  belum lama ini.

Wanita asal Mesir ini rupanya memperhatikan betul isi konvensi yang lahir pada tahun 1979 ini. Karena itulah, menjelaskan banyak kejangggalan dan bahaya dari isi konvensi yang kini dinilai banyak mempengaruhi  isi Draf RUU Kesetaraan Gender (KKG).

“Kalau kita melihat judul dari konvensi ini, sepertinya ini adalah judul yang sangat indah, konvensi ini sepertinya mengistimewakan perempuan, siapa yang tidak ingin perempuan diistimewakan? Namun, apakah konvensi ini memang benar-benar mengistimewakan perempuan?,” tanyanya pada para pengurus ormas dan komunitas perempuan yang hadir.
Ia juga mengungkapkan bahwa melalui konvensi CEDAW, Barat menginginkan agar anak-anak perempuan tidak menjadi seorang ibu. Padahal menjadi seorang ibu adalah fitrah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ibu adalah ikatan yang membelenggu seorang wanita. Sementara masyarakat Muslim tidak sama dengan masyarakat Barat. Barat membuat persepsi-persepsi negatif pada perempuan. Seperti perempuan itu lemah karena menghabiskan waktunya dengan hamil dan melahirkan. Dan menganggap hal tersebut sebagai diskriminasi,” ungkapnya dengan berapi-api.

Legalisasi Kondom

Melalui makalahnya, sarjana lulusan teknik ini memaparkan sejumlah negara yang sudah mempraktikan paham kesetaraan gender.

Contohnya seperti di India yang sudah melegalkan kondom dengan menyediakan ATM-ATM Kondom. Lain lagi dengan sebuah Rumah Sakit di Kanada yang sudah mengaborsi secara legal, hanya dalam waktu setengah hari saja 6 bayi dibuang begitu saja ke tempat sampah.

Sementara di Kuwait, para pegiat Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) terus menyuarakan hak-hak mereka, dengan membawa sejumlah poster.

“Mereka menginginkan LGBT diakui oleh Undang-Undang dan diberikan hak secara penuh dengan memperbolehkan perkawinan secara resmi. Mereka tidak akan berhenti memperjuangkan sebelum negara mengakui mereka. Mereka memaksakan diri untuk memasukkan hak-hak mereka ke dalam Undang-Undang,” terangnya.

Sedangkan, apabila kita lihat di Israel, orang-orang Yahudi melakukan pendidikan terhadap anak laki-laki dan perempuannya dengan cara dipisah. Masing-masing laki-laki dan perempuan punya tugasnya sendiri.

Kamilia mengungkapkan, bahwa anak-anak pra sekolah di Barat sudah diberikan pelajaran seks seperti bagaimana melakukan hubungan seks yang aman, pengenalan kondom dan bagaimana cara memakai kondom.

“Barat juga memperbolehkan aborsi yang legal dan aman. Kalau ada anak-anak yang melakukan aborsi maka ia harus dilayani dan apabila dilarang maka ia boleh melapor ke Polisi,” jelasnya.

Selain itu, sebagian negara sudah memberikan aturan bahwa menikah hanya pada usia tertentu atau dengan kata lain tidak ada “Nikah Muda” dalam kamus mereka.

“Berubahnya usia layak menikah bagi remaja maka akan memberikan peluang-peluang bagi remaja untuk melakukan hubungan-hubungan di luar nikah,” tanggapnya lagi.

Praktik kesetaraan gender (KKG) menurut Kamilia, tidak akan berjalan secara maksimal tanpa adanya dukungan besar dari PBB. Sebab PBB dinilai memberikan pendanaan yang luar biasa kepada Lembaga-lembaga yang mendukung mereka.

Menariknya, di tengah maraknya negara peratifikasi CEDAW yang berlomba-lomba untuk mencapai MDG’s (Millenium Development Goals) dan masyarakat berperspektif gender, ada 3 negara tidak meratifikasi CEDAW. Mereka adalah; Sudan dan Somalia.*/Sarah Khalifatunnisa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim di Indonesia Siap Kirim Relawan ke Suriah
Tulisan selanjutnya Mursy Menang, Terusan Suez Sehari Raup USD10 Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?