Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adian: “Andaikan pilihannya KH Didin dan Ahok, bismillah, saya memilih KH Didin”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2014 10:59 10:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2014 10:58
Bagikan
"Andaikan yang muncul nama KH Didin Hafidhuddin dan Ahok, maka bismillah, saya akan memilih KH Didin Hafidhuddin. Insya Allah saya tidak salah pilih!”.
Bagikan

Hidayatullah.com–Banyak kalangan muda dan orangtua Muslim bersemangat meneriakkan “Khilafah versus demokrasi”. Bagi mereka,  berjuang dari dalam sistem demokrasi itu haram.

Menurut peneliti   Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr Adian Husaini logika seperti itu, konsekuensinya, umat Islam diminta menyerahkan kekuasaan negara Indonesia kepada orang-orang non Muslim, sebab, orang-orang Muslim sudah difatwa haram masuk sistem.

“Mari kita sempatkan berpikir sejenak: apakah NKRI sekarang sama status “kafirnya” dengan negara AS,  Rusia, dan negara Hindu Majapahit? Tidak adakah “sedikit saja” hasil perjuangan para ulama dan mujahidin yang mengorbankan jiwa, harta, dan pikiran mereka mengusir penjajah kafir?,” demikian kata Adian Husaini dalam tulisan di rubik kolom Majalah Suara Hidayatullah edisi 12 | XXVI | April 2014.

Menurut pria yang juga kolumnis rubrik Catatan Akhir Pekan [CAP] di hidayatullah.com ini,  penduduk NKRI dulunya 100 persen Hindu-Budha dan animis. Setelah beratus tahun berproses dalam dakwah, negeri ini berubah menjadi negeri Muslim, dengan hampir 100 persen penduduknya beragama Islam.

“Apakah ini tidak ada artinya? Apakah negeri ini tetap dikatakan negara kafir yang wajib ditinggalkan oleh kaum Muslim?”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selanjutnya, peraih doktor dari University Malaysia (ISTAC-IIUM) ini mengajak umat islam mengenali kata “adil” yang lazimnya diberi makna wadh’u syaiin ilaa mahallihi (meletakkan sesuatu pada tempatnya, sesuatu dengan ketentuan Allah).

Umat Islam perlu berlaku adil dalam soal khilafah. Artinya, khilafah perlu diletakkan pada tempatnya, sesuai dengan kedudukannya dalam konstruksi konsep-konsep Islam lainnya. Negara khilafah –dengan berbagai sebutan– memang pernah diwujudkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam.”

Khilafah dalam makna sebuah negara ideal dalam konsep Islam memang penting. Tapi, masalah terpenting bagi umat Islam adalah soal aqidah.

“Tanpa aqidah Islam, maka tidak ada Islam. Tanpa khilafah, Islam masih ada,” demikian tulisnya.

Dalam tulisannya ia sempat menyinggung perjuangan, Partai Islam Masjumi yang ikut Pemilu tahun 1955. Jika ijtihad Masyumi dinilai keliru, apakah pejuang Islam seperti M Natsir dan BUYA Hamka melakukan dosa syirik?

”Apakah kita sampai hati menyatakan Mohamammad Natsir, Buya Hamka, dan banyak ulama serta pejuang Islam lain telah melakukan dosa syirik karena ikut Pemilu?“

Menanggapi masalah Golput, Wakil Ketua PP Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini pun menyarankan untuk mempertimbangkan.  Menurutnya, jika ada partai atau caleg yang secara tegas dan sungguh-sungguh memperjuangkan Islam; bukan berjuang untuk kebanggaan pribadi dan kelompoknya; maka sepatutnya dipertimbangkan untuk dipilih. Meskipun masih dalam sistem demokrasi.

“Andaikan dalam Pilpres mendatang muncul hanya dua nama capres resmi:  KH Didin Hafidhuddin dan Ahok, maka bismillah, saya akan memilih KH Didin Hafidhuddin. Insya Allah saya tidak salah pilih!”.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:capreskepemimpinan nasionalpemiluWagub Ahok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HTI Beri Kebebasan Anggotanya yang mau Memilih
Tulisan selanjutnya Sebab Taubatnya Habib Al Ajami

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?