Hidayatullah.com— Hari Selasa (11/11/2014) kemarin Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla membuka Sidang Raya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) XVI, yang diselenggarakan di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Sidang Raya PGI XVI dibuka langsung oleh Jusuf Kalla dan dihadiri oleh Menteri Agama, Menteri Hukum dan HAM, Gubernur Sumut, Anggota DPR RI, Bupati dan Walikota se-Nias.
Sidang yang tahun ini mengambil tema “Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya” (berdasarkan Mazmur 71:20b).dihadiri oleh ribuan utusan gereja dari seluruh daerah di Indonesia ini direncanakan berlangsung sampai Senin mendatang (17/11/2014).
Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeirry Sumampow, dikutip RMOL menjelaskan, tema ini terinspirasi dari pengalaman tragis Kepulauan Nias yang pernah dilanda gempa dan tsunami dahsyat. Tema itu juga merupakan pengakuan iman sekaligus ucapan syukur atas penyertaan Tuhan yang tak pernah meninggalkan umat-Nya.
“Seperti dijelaskan dalam khotbah pembukaan oleh Pendeta Tuhoni Telaumbanua (Ephorus Banua Niha Kriso Protestan), ‘samudera raya’ atau tekhom itu bukan hanya bencana alam, tetapi juga bencana buatan manusia yang kini justru makin berbahaya dan telah memakan jutaan korban,” ujar Jeirry.
Rangkaian kegiatan sidang raya antara lain Pertemuan Raya Perempuan Gereja, Pertemuan Raya Pemuda Gereja, serta Sidang Raya PGI.
Dalam acara ini, PGI melihat ada empat persoalan krusial yang masih akan mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, termasuk gereja-gereja. Yakni kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan bencana ekologis.
“Persoalan tersebut harus diatasi secara bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa untuk mengamalkan kembali nilai-nilai Pancasila,” terang Jeirry.
Menurut Jeirry, Sidang Raya merupakan forum tertinggi gereja-gereja setiap lima tahun untuk mengambil keputusan strategis mengenai berbagai persoalan dan merancang arah gerak keesaan.*