Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ulama dan Umara Serukan Persatuan Umat untuk Indonesia

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 5 Februari 2018 09:17 9:17 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 5 Februari 2018 09:17
Bagikan
Ulama dan umara (dari kiri ke kanan), Habib Ali Baagil, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin, Ustadz Bachtiar Nasir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ustadz Abdul Somad, dan Ustadz Abdullah Hadrami. Mereka bergandengan tangan pada Tabligh Akbar "Persatuan Umat untuk Indonesia" di halaman gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Menghadapi masa depan Indonesia, sudah sepatutnya umat Islam, sebagai penduduk mayoritas negeri ini, terus menjalin dan meningkatkan persatuannya. Apalagi, dalam jangka pendek, menyongsong tahun politik 2018 dan 2019.

Berbagai ormas dan kelompok Islam diajak dan diserukan untuk bersatu sekaligus mengenyampingkan “egoisme” masing-masing.

Dalam rangka itu, perlu diwaspadai pihak-pihak yang ingin memecah belah dan mengadu domba sesama umat dan ormas-ormas Islam.

Pesan-pesan tersebut itu bukan hanya kerap dilontarkan para ulama, tapi juga umara. Demikian bisa terlihat pada perhelatan Tabligh Akbar bertema “Persatuan Umat untuk Indonesia” gelaran AQL Islamic Center di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam Ahad kemarin.

Baca: Tabligh Akbar UBN-UAS Dihadiri Gubernur Anies, Ulama, dan Ribuan Jamaah

Dalam tausiyahnya sebagai pembicara pertama, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), Pendiri AQL, menyampaikan sekilas sejarah berdirinya ormas Islam di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Diawali, kata Sekjen MIUMI ini, oleh lahirnya lembaga bentukan keturunan Arab di Nusantara sebelum masa kemerdekaan Indonesia, yaitu Jami’ah al-Khairiyah.

Lalu berdiri ormas dan lembaga lain seperti Sarikat Dagang Islam lalu Sarikat Islam. Lambat laun pergerakan Islam semakin luas. Lahir Muhammadiyah pada tahun 1912 dan Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926.

Kemudian Persatuan Ummat Islam (PUI) hasil fusi (penyatuan) dua organisasi besar, yaitu Perikatan Ummat Islam (PUI) dengan Persatuan Ummat Islam Indonesia (PUII). Hadir pula ormas-ormas Islam lain seperti Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, Persatuan Islam (Persis), dan lain sebagainya.

“Saya ceritakan itu agar ormas-ormas Islam tidak egois dengan ormas masing masing,” tutur UBN di depan ribuan jamaah tabligh akbar dari berbagai daerah dan pergerakan.

Baca: UAS Bertemu HRS di Saudi, Derry Sulaiman: Pesan Persatuan Umat

Menyambung itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam sambutannya pada acara itu, mengajak umat memperjuangkan persatuan.

Terkait itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, selama ini sering terdengar pesan tentang “memperjuangkan kebinekaan”. Ia mengkritisi pesan tersebut.

Kebinekaan, kata Anies, bukan barang baru di Indonesia. Sejak dulu, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa, sudah berbineka. Anies menilai, kalau ada yang mau memperjuangkan kebinekaan kesannya mau menambah kebinekaan.

“Yang perlu diperjuangkan persatuan dalam kebinekaan,” tegasnya dari atas panggung.

Persatuan memang perlu dijaga dan diperjuangkan. Senada dengan sang umara, ulama yang sedang naik daun, Ustadz Abdul Somad (UAS), juga menyerukan persatuan umat.

“Mari kita jaga persatuan ini,” serunya sebagai penceramah pamungkas pada tabligh akbar di halaman AQL Islamic Center itu.

Dai asal Pekanbaru, Riau, ini pun mewanti-wanti umat untuk mewaspadai perpecahan dan pihak-pihak yang ingin merusak persatuan umat. “Yang paling merusak apa dia? Fitnah,” terangnya.

Maka, ketika ada fitnah yang datang, umat dipesankan untuk melakukan tabayun. Termasuk jika ada fitnah terhadap para ulama.

Baca: TGB Zainul Tekankan Pentingnya Persatuan Umat

Menurut UAS, rata-rata yang memfitnah dirinya selama ini adalah orang-orang yang gagal paham dan orang-orang yang hidupnya dari gagal paham.

UAS pun mengajak umat untuk menjaga persatuan dalam Islam, ukhuwah Islamiyah, serta persatuan dalam kemanusiaan dan kebangsaan.

“Kita jaga kesatuan ini. Belum lagi terbit matahari kita sudah diajarkan persatuan,” seru dai yang dikenal bergaya bahasa dengan sastra tinggi ini.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, termasuk dai asal Malang, Jawa Timur, Ustadz Abdullah Hadrami, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin, dan Habib Ali Baagil.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanAQLAQL Islamic CenterGubernur DKI JakartaHabib Ali Baagilpersatuan umattabligh akbarUASUBNUstadz Abdul SomadUstadz Bachtiar NasirUstadz Zaitun RasminUZR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Yunani Berunjuk Rasa Terkait Sengketa Nama Makedonia
Tulisan selanjutnya Ekuador Berharap Pembatasan Jabatan Presiden Meredam Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?