Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penjajah Israel akan Tambah Pasokan Listrik untuk Jalur Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Januari 2018 14:33 2:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Januari 2018 13:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bagaimana rasanya gelap gulita sepanjang hari? Mungkin itu yang akan dirasakan warga Jalur Gaza, Palestina.  Lebih dari dua juta orang Palestina di Jalur Gaza akan menerima listrik enam jam sehari, sejak Senin.

Jika sebelumnya, mereka hanya menerima listrik kurang dari empat jam setiap hari, kini mereka hanya mendapatkan pasokan listrik hanya enam jam setiap malam.

“Hidup makin hari makin sulit di Gaza. Makanan semakin sulit, air tak bisa keluar dari keran, tak ada jaminan keamanan, tidak ada pendidikan, tidak ada fasilitas kesehatan layak. Hampir mustahil ada kemungkinan melintasi batas, keluar dari Gaza,” kata Mohamed Nofal, warga Gaza Jabaliya, sebagaimana dilansir Middle East Eye.

Sementara di luar Gaza diblokade Zionis, nyala lampu kota-kota lain begitu gemerlap. Sudah bertahun-tahun terakhir, hanya ada suplai listrik tidak lebih dari 50 megawatt sehari yang dikonsumsi untuk lebih dari 2 juta penduduk Gaza.

Baca: Mesir Tawarkan Listrik Gaza sebagai Imbalan atas Koordinasi Keamanan

Sejak April 2017, penjajah Israel memotong pasokan listrik ke Gaza setelah Pemerintah Otoritas Palestina menolak membayar tagihan listrik sebesar 2 juta dolar Amerika Serikat setiap bulannya. Akibatnya Israel memotong aliran listrik dan warga Gaza hanya bisa menikmati listrik selama tiga hingga empat jam setiap harinya.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Langkah ini dimaksudkan untuk menekan Hamas –kelompok pejuang yang ditakuti Israel yang menguasai wilayah itu– telah berdampak kepada sekolah, pabrik, rumah sakit dan rumah tangga.

Setelah Otoritas Palestina yang didukung AS dan Israel setuju membayarkan kembali tagihan, aliran listrik ke Gaza ditambah sebesar 50 megawatt, padahal sebelum pengurangan daya yang dialirkan adalah 120 megawatt. Hal ini membuat warga Gaza tidak bisa menikmati listrik sehari penuh. Tambahan daya itu diperkirakan hanya membuat Gaza teraliri listrik selama enam jam, tulis Reuters.

Baca: Cari Solusi Krisis Listrik, Delegasi Energi Turki Kunjungi Gaza

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz menyebutkan penambahan daya yang dikurangi sejak delapan bulan lalu mulai efektif pada Senin (08/01/2018) waktu Gaza kemarin.

Ekonom Gaza mengatakan bahwa kembalinya energi dari Israel, yang merupakan pemasok utama listrik provinsi, akan meningkatkan transmisi listrik hingga enam jam.

Sebagaimana diketahui,  pembangkit listrik tunggal Gaza hanya menghasilkan sejumlah kecil listrik, berakibat mempengaruhi banyak sendi kehidupan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHAMASisraellistrikpalestinapenjajah IsraelZioniz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fitnah Sunnatullah Bagi Orang Beriman
Tulisan selanjutnya Mahzab Hanbali, Hadits Dhaif dan Air Kencing Unta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?