Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Sinetron Perselingkuhan Sumber Malapetaka”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2015 14:26 2:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2015 14:26
Bagikan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi penghentian sementara sinetron remaja Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) yang ditayangkan stasiun televisi SCTV karena dinilai tidak mendidik
Bagikan

DUNIA pertelevisian di Indonesia, khususnya sinetron terus menjadi sorotan tidak lepas dari berbagai tayangan-tayangan yang tak banyak mendidik. Umumnya, pihak TV  terus menayangkan acara sinetron karena memiliki rating penonton cukup tinggi, dan menghasilkan iklan. Padahal, hampir semua tayangan sinetron selalu menampilkan  peran antagonis, pacaran bebas, dengki, iri-hati, rebutan harta bahkan rebutan suami.

Untuk mengajaga masa depan anak-anak, Pembina Masyarakat TV Sehat, Fahira Idris menyarankankan orangtua menyimpan daftar tontotan alternatif, televisi lokal, streaming TV atau saluran TV Kabel juga dinilai masih banyak nilai yang bagus-bagus.*

Bagaimana menurut Anda mengenai tayangan televisi dan pengaruhnya terhadap Anak-anak?

Memang, banyak tayangan di beberapa stasiun televisi yang tidak mendidik. Televisi kan sangat sering ditonton oleh anak-anak. Setelah mereka pulang sekolah, seharusnya mendapat tontonan yang mendidik malah melihat tayangan yang bukan seharusnya mereka tonton. Tayangan tersebut banyak yang membuat karakter anak-anak menjadi rusak dan tidak baik.

Kami sudah datang ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia –red) dan diterima pimpinan, kami difasilitasi oleh KPI untuk bertemu beberapa pengelola stasiun TV, di antaranya RCTI, Trans7 dan SCTV. Saya sudah dialog, akhirnya beberapa sinetron seperti karakter H Muhyidin di sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang tadinya sangat buruk karakternya diganti.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Bagaimana cara mengawasi anak-anak menonton TV?

Ya, memang harus selalu kita awasi. Sebagai masyarakat yang peduli anak-anak, kita harus punya no KPI di handphone masyarakat, terutama ibu-ibu. Semakin banyak SMS (pesan singkat) mengenai program yang kita kritik, maka akan jadi masukan bagi KPI. Dan kami dari “TV Sehat” akan membantu advokasi.

Orangtua harus menyimpan daftar tontotan alternatif, televisi lokal, streaming TV juga banyak yang bagus-bagus. Beberapa ormas punya juga tv steraming yang bagus.

Bagaimana tanggapan Anda soal tontonan yang menggambarkan rumah tangga yang negatif?

Memang jelas, sinetron banyak yang mencekoki orangtua dan pasangan suami-istri soal perselingkuhan. Kejadian itu seharusnya jangan ditiru dan justru dibuat sinetron, dipertontonkan. Di sinetron itu jelas trik-trik selingkuh diperlihatkan, seperti membuat janji dimana, dan cara mengelabui pasangan jelas diperlihatkan. Sinetron yang seperti itu merupakan sumber malapetaka.

Produksi anak-anak sangat sedikit, hanya 8 persen tontonan untuk anak, makanya mereka melihat tayangan untuk dewasa. Selain itu, tayangan-tayangan live mengapa waktunya harus maghrib, ini kan jelas menganggu waktu ibadah.

Aduan masyarakat ke TV Sehat apa saja?

Banyak sekali aduan dari masyarakat, terutama masalah pengembangan karakter anak, perselingkuhan dan hancurnya rumah tangga akibat sebuah tontonan. Saya juga melihat kecenderungan, sponsor untuk presenter sebuah acara yang tujuannya menebar aurat. Ibu Ani SBY  pernah menghimbau agar presenter memperhatikan cara berpakaian, tapi itu hanya sementara. Hal ini harus dibuat UU soal presenter, pakainnya seperti apa.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai maraknya TV kabel yang murah?

Kita memang tidak bisa memungkiri era globalisasi, yang semakin memberikan tantangan bagi kita agar tidak menjadi kebablasan. Perusahaan tv kabel harusnya ada sensor juga. Kita memang dipojokkan ke masalah-masalah yang sulit. Tayangan musik di tv kabel dan lain-lain juga sangat berbahaya bagi masyarakat.

Soal lagu-lagu dewasa yang dinyanyikan oleh anak-anak, menurut Anda?

Jelas hal itu salah kaprah, menempatkan anak kecil menjadi dewasa. Sunatullahnya anak kecil ya nyanyinya harus sesuai dengan usianya. Kita lihat seperti menyanyi, gayanya, pakaiannya seperti dewasa, mengapa itu harus dipaksakan?  Kita tidak tahu, di luar sana itu mengundang para pelaku pedofil juga. Hal itu kan bagian dari konsumsi mereka juga. Ini sangat mengerikan efeknya. Kalau kita tidak waspada mungkin itu hanya bagian dari lucu-lucuan, mestinya harus ada kajian yang mendalam akan dampak hal tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakpedofiliaperilakuperselingkuhantontonanTV
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Australia Kembali Kirimi Jokowi Surat, Minta Batalkan Eksekusi
Tulisan selanjutnya Serahkan Temuan Uang 35 Juta, Pria India Dapat Penghargaan dari Polisi UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?