Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Ibu Selamatkan Bayi Berusia Sehari dari Reruntuhan Gempa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2018 14:26 2:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2018 14:26
Bagikan
Zaera Futasari (17) menggendong anaknya di Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur, Ahad (12/08/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Guncangan itu membuat lantai terasa bergelombang, dinding menggedor-gedor, dan atap bergeretak mengeluarkan suara yang mencekam.

Tak lama berselang, gemuruhnya kian jelas. Suasana tiba-tiba mendadak kacau. Dalam hitungan detik, terdengar banyak barang terbanting, kaca pecah, hingga akhirnya dinding retak dan mulai berhancuran.

“Aku segera meraih anakku, memeluknya dengan erat, dan membiarkan punggungku terhantam reruntuhan demi melindungi bayi yang baru kulahirkan sehari lalu.”

Begitulah cerita seorang ibu, Zaera Futasari, 17 tahun, warga Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca: Kesaksian Kakek Selamat dari Reruntuhan Masjid Saat Gempa

Pagi itu, Ahad (29/07/2018), semua penghuni rumah berhamburan keluar mencari pertolongan. Sedangkan Zaera dan bayinya masih terperangkap dalam kamar.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Orang-orang, tutur Zaera, keluar rumah mencari pertolongan. Semuanya khawatir dengan keselamatan bayinya.

“Namun kejadiannya begitu cepat, jadi saya sendiri yang harus menolongnya,” kisah ibu muda ini kepada INA News Agency, Ahad (12/08/2018).

Zaera baru saja melahirkan anaknya pada Sabtu, 28 Juli 2018. Perjuangan dan pengorbanan saat melahirkan terbayar lunas dengan haru bahagia saat sang anak lahir.

Namun kebahagiaan itu berubah seketika dalam satu hari. Zaera terpaksa kembali bertaruh nyawa untuk menyelamatkan bayinya dari guncangan gempa.

Baca: Baru Dua Hari Diresmikan, Masjid Ini Runtuh Diguncang Gempa

Saat gempa mengguncang, batu-batu bata keras yang hendak menimpa sang bayi berhasil ia gagalkan. Namun nahas, reruntuhan itu menghantam punggungnya dengan keras hingga berdarah.

Pada saat kejadian, Zaera tak ditemani sang suami yang tengah bekerja mengantar para pendaki di Gunung Rinjani. Beruntung, suaminya, Abdul Muis (25) selamat dari longsor di Rinjani.

Meski demikian, pengorbanan dan kecemasan belum berakhir. Malam hari usai kejadian, Zaera dan keluarganya harus bermalam beratapkan langit dan guyuran hujan.

Kecamatan Sembalun memiliki ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Suhu udara, terutama saat malam hari, terasa sangat dingin. Terlebih ketika hujan turun.

Hal itulah yang membuat Zaera dan keluarganya tetap menyalakan mata demi menjaga keselamatan sang bayi.

Baca: Dilanda Gempa Berkali-kali, Rumah Guru Ngaji Ini Utuh

Semalaman ia tidak tidur dan rela terpapar udara dingin yang bercampur guyuran hujan. Hanya asma’ Allah yang ia dan keluarganya ucapkan sepanjang malam.

Akhirnya cahaya mentari menyemburat menembus langit Sembalun. Pada pagi itu juga, sang bayi diberikan nama “Muhammad Tandu”.

Nama “Tandu” menjadi penanda atas peristiwa yang terjadi. Bukan hanya sekadar untuk mengingat suasana darurat saat gempa. Lebih dari itu, Tandu adalah sosok yang akan mengingatkan kebesaran Allah yang telah mengajarkan banyak hikmah di balik bencana.

Sejak kejadian gempa pertama pada 29 Juli 2018, Tandu tinggal di dalam tenda, tempat yang tidak layak bagi seorang bayi. Namun Rahman-Nya Allah memancar ke dalam hati seorang ibu.

Selama di pengungsian, Tandu tak pernah lepas dari pelukan sang bunda. Ya, begitulah ibu, semua yang ia perjuangkan adalah tentang kebahagiaan anaknya.* Hilman/INA

Baca: Pengungsi Sembalun Sumbang 45 Ton Sayuran ke Korban Gempa Lombok

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbayicinta ibuDesa Sembalun BumbungDusun Joronggempagempa bumigempa Lombokgempa NTBibuibu dan anakkasih ibukorban gempakorban selamatLombokLombok TimurNTBNusa Tenggara BaratPamenangpengorbananpengorbanan ibuselamat dari gempaSembalunZaera Futasari
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilanda Gempa Berkali-kali, Rumah Guru Ngaji Ini Utuh
Tulisan selanjutnya Meski Gandeng Kiai, Ustadzah dan Emak-emak Pilih Sandiaga Uno

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?