Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Doa Orangtua di Balik Prestasi Juara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Desember 2019 13:46 1:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Desember 2019 13:46
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

SAAT itu aku masih duduk di bangku sekolah kelas 1 madrasah aliyah. Suatu hari ada seorang guru yang datang kepadaku dan menyuruh agar ikut dalam suatu perlombaan yang diadakan Kementerian Agama Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sudah menjadi hal yang lumrah dan sering terjadi di setiap pondok, jika ada perlombaan guna mengasah kemampuan para santri. Tapi berbeda denganku yang belum pernah mengikuti perlombaan sama sekali, sehingga muncul gejolak dalam diriku untuk menolak atau menerima tawaran itu.

Tapi kembali terbesit dalam benakku, “Apa salahnya jika aku mencobanya toh ini hanya perlombaan”. Pada akhirnya aku menerima tawaran untuk ikut lomba kaligrafi se-Kota Balikpapan itu.

Perlombaan itu mendadak sekali. Hari ini kita diberitahu, besok pagi sudah berangkat ke tempat lomba. Akhirnya aku dan teman-temanku yang ikut lomba kaligrafi kalang kabut kesana kemari mencari cat air dan sebagainya. Kami disuruh membawa alat-alatnya sendiri dan teks kaligrafinya sudah ditentukan. Saat itu aku mendapatkan teks “atthohuru syatrul iman”,kalimat yang pendek, tapi yang menjadi masalah aku belum pernah melukis dengan cat air, sedangkan itu adalah salah satu syaratnya.

Tapi aku tidak putus asa. Sehingga aku meminta kepada temanku yang sudah berpengalaman untuk mengajariku. Yah, walaupun hasilnya sama saja berapa kalipun aku mencoba, kurang memuaskan, bahkan bisa dibilang buatanku yang paling jelek di antara temanku yang ikut lomba.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Sore harinya aku pulang ke rumah setelah seharian fokus belajar melukis untuk perlombaan besok paginya. Sesampainya di rumah, aku memberitahukan tentang perlombaan tersebut kepada kedua orangtuaku. Akun menunjukkan kaligrafi yang sudah kubuat kepadanya. Tetapi beliau kurang puas dengan kaligrafiku.

Abiku pun memperlihatkan contoh kaligrafi dalam internet, dan beliau menyuruhku untuk memilih salah satu yang paling mudah di antara gambar tersebut.

Akupun memilih kaligrafi Arab yang berbentuk salah satu karakter dan latarnya berwarna biru muda. Aku mencobanya dan menyesuaikan dengan teks yang kudapat, sambil beliau mengajarkan cara menipiskan warna agar terlihat bagus.

Aku terus berlatih hingga larut malam. Keesookan harinya sebelum berangkat lomba, aku meminta doa kepada orangtuaku. Dan inilah kata-kata Abiku yang masih teringat dalam benakku sampai sekarang.

”Abi doakan kamu pasti dapat juara1, ehh jangan juara 1 terlalu mencolok, juara 2 aja,” ujar beliau dengan mantap.

Setelah itu aku berangkat ke acara perlombaan. Sebelum perlombaan dimulai, ada yang berbeda dari informasi yang kami dapatkan. Pasalnya kami diminta mengambil kertas undian yang berisi teks yang akan ditulis.

Aku sangat bingung ketika mendapatkan teks yang berbeda dari yang pernah kulatih sebelumnya, karena otomatis aku harus menyesuaikan teks itu dengan bentuk kaligrafi yang sudah kupelajari di  rumah. Pun, kertas kartonnya yang diberikan berukuran besar, alat-alat ku juga sederhana sekali.

Setelah kurang lebih lima jam aku berjuang membuat kaligrafi dalam lomba itu, Alhamdulillah akhirnya kelar. Sikap optimistis aku pupuk untuk memenangkan perlombaan. Meskipun sejatinya merasa sedikit minder ketika melihat kaligrafi karya peserta yang lainnya terlihat sangat bagus.

Tiga hari setelah perlombaan, ketika aku sedang duduk di teras asrama. Tiba-tiba ustadz yang tempo hari memintaku ikut lomba datang menghampiri. Menyodorkan sebuah kertas sembari berkata

“Antum (kamu) dapat juara 2 lomba kaligrafi. Ditingkatkan lagi ya kemampuannya,” pesan beliau.

Dug… sempat tidak percaya mendengar berita itu. Tapi setelah kertas itu aku buka, ternyata sebuah sertifikat yang menyatakan saya sebagai juara 2 lomba kaligrafi. Alhamdulillah.

Sungguh sempat tidak percaya atas apa yang terjadi. Bagaimana aku yang berstatus pemula ini bisa menang. Tiba-tiba aku teringat dengan perkataan Abiku beberapa hari yang lalu yang mendoakan aku keluar sebagai juara 2.

Poin yang ingin aku sampaikan di sini, persis nasihat seorang ustadz di pondok.

“Ingat, di balik kesuksesan yang kau raih, ada andil yang besar dari doa kedua orangtuamu!”

Jadi, sebagai anak, ayo kita hormati orangtua. Muliakan mereka. Dan mintalah selalu doa dari keduanya. Karena doa orangtua, khususnya ibu, untuk anak itu makbul. Tak ada hijab. Wallahu ‘alamu bish-shawab.* Habibullah/Anggota PENA Gresik

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakdoakaligrafilombaorangtuaprestasisantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalat dan Zakat sebagai pilar Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya Mantan Gangster Asal Kanada Akan Hadiri Reuni 212

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?