Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Ketika Diplomat Saudi Diarak “Tentara Papua” di Bekasi [2]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Februari 2017 10:28 10:28 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Februari 2017 10:26
Bagikan
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi diangkat santri Nuu Waar sebagaimana tradidi suku di Papua
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Hari Bersejarah

Suasana pagi di perkampungan itu ibarat pesta penyambutan seorang raja atau pahlawan yang dielu-elukan rakyat dan pendukungnya. Kiasan itu mungkin tak terlalu berlebihan. Sebab, bagi AFKN, Dubes Saudi tersebut betul-betul sosok pahlawan.

Dalam sambutannya, Ustadz Fadlan menyampaikan, Ahad itu merupakan hari bersejarah bagi dakwah di Nuu Waar. Dimana Kerajaan Arab Saudi memberikan beasiswa bagi sedikitnya 63 putra-putri Papua untuk kuliah gratis di LIPIA Jakarta dan Aceh.

Menurutnya, sepanjang ini, baru kali itu generasi Nuu Waar diperhatikan dan diperlakukan seperti itu. “Belum pernah kita melihat ada duta besar yang bersikap seperti Syeikh Osamah, dimana anak-anak Nuu Waar diberdayakan dengan bahasa Arab,” ujar Ustadz Fadlan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Maka jangan heran pula dengan penyambutan arak-arakan itu. Sebab, “Itu salah satu tradisi masyarakat Papua dalam menyambut tamu atau orang-orang tertentu,” ujar Humas AFKN Abu Zanki kepada media ini.

Dalam sambutannya, Syeikh Osamah yang tidak menyinggung soal arak-arakan itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tuan rumah. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas waktunya. Bersyukur atas nikmat iman, Islam, dan keamanan,” ujarnya.

Baca: Kedubes Saudi-AFKN Kuliahkan 63 Putra-putri Papua di LIPIA Aceh dan Jakarta

Ini yang menarik juga. Acara itu diseting dengan kombinasi nuansa Indonesia-Arab. Misalnya, spanduk acara yang didominasi tulisan berbahasa Arab, dengan latar belakang gambar besar bendera Merah Putih dan peta Nusantara.

Kemudian, sang MC, Ahmad Fauzi, yang juga pengurus AFKN, membawakan acara dengan berbahasa Arab. Ada pula pidato khusus berbahasa Arab oleh salah seorang santri, Hamzah Barweri, yang tampak mengundang perhatian Dubes Saudi.

“(Saya) baru 3 bulan belajar (bahasa Arab),”ujar Hamzah, pria 15 tahun asal Kampung Kiat, Fak-Fak, ini kepada hidayatullah.com seusai berpidato.

Acara pemberian beasiswa kepada santri Nuu Waar asli Papua oleh Dubes Saudi Foto: Zainal/hidayatullah.com]

Uniknya, berbeda dengan muridnya, Ustadz Fadlan menyampaikan sambutannya dengan bahasa Indonesia. “Sebagai orang Indonesia, saya bangga menggunakan bahasa Indonesia,” jelas dai asli Papua ini di atas panggung.

Menyambut Raja Salman

Yang tampak unik juga adalah seragam para “tentara” pengawal jalannya acara. Bukan tentara sungguhan, mereka adalah santri-santri pilihan yang dipakaikan seragam khas tentara Arab; loreng coklat.

Di dada kanan seragam mereka, terpasang bendera Kerajaan Arab Saudi. Di pundak kanannya, terpatri bendera Republik Indonesia. Kedua bendera berdekatan itu seakan menyimbolkan jalinan ukhuwah kedua bangsa.

Apalagi, pada awal Maret besok, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia akan semakin membuktikan hubungan erat kedua negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Baca: Alhamdulillah, AFKN Kembali Terima Kapal Dakwah

Pertemuan Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo di Indonesia pada 1-4 Maret, “mengadakan pembicaraan bilateral di Istana Bogor,” ujar Syeikh Osamah kepada hidayatullah.com dan wartawan lain seusai acara itu.

Dubesnya saja disambut dengan begitu meriah saat menjejaki tanah Setu, Bekasi. Tentunya, penyambutan Raja Salman di Indonesia jauh lebih semarak, meriah, penuh jalinan ukhuwah keimanan dan kenegaraan.

Indonesia pun, khususnya tempat-tempat yang akan dikunjungi, bersolek. Seperti Gedung DPR RI dan Masjid Istiqlal yang menyiapkan tangga dan lift khusus untuk Sang Pelayan Dua Tanah Suci tersebut. Puluhan ribu pelajar pun disiapkan untuk menyambut Sang Raja di Bogor, Jawa Barat.

Tampaknya lumrah saja, sebagaimana tradisi ketimuran di Nusantara dan tradisi keislaman dalam melayani tamu. Apalagi, ini adalah kali pertama Raja Arab Saudi mengunjungi Indonesia selama sekitar 47 tahun belakangan ini.

Wahai bulan purnama yang terbit kepada kita, Dari lembah Wadā‘, Dan wajiblah kita mengucap syukur, Dimana seruan adalah kepada Allah,” demikian terjemahan penggalan nasyid kaum Anshar saat menyambut Rasulullah kala itu.

Ahlan wa sahlan! Selamat datang, Raja Salman!*

 

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AFKNAl-Fatih Kaaffah NusantaraDuta Besar Arab Saudi untuk IndonesiaFadlan GaramatanLIPIAMuslim PapuaPapuaSantri Pondok Pesantren Nuu WaarSyeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditolak Kubu Ahok, Habib Rizieq Tetap jadi Saksi Ahli Agama dalam Sidang Penistaan Agama
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq swab tes Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir Masuki Ruang Sidang dengan Terdakwa Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia

Berita
21 Juni 2026 10:49
Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Terbaru

  • Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS
  • Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah
  • Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
  • Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?