Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Keramahan Muslimah Jordan terhadap Mahasiswi Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2022 03:23 3:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2022 08:00
Bagikan
Mahasiswa Jordania/Salma
Bagikan

Suatu hal yang luar biasa, bagaimana penduduk Kota Syam, faham betul bagaimana menghargai dan memuliakan pelajar asing, termasuk saya

Hidayatullah.com | MASYARAKAT Jordan (Yordia) dikenal sangat ramah terhadap mahasiswa asing. Sapaan “ahlan wa sahlan” sangat lumrah ditemui di Bumi Syam ini.

Dimanapun Anda berada, mereka akan dengan senang hati bertanya darimana Anda berasal dan mengucapkan “selamat datang” dengan senyum hormat.

Pun juga dengan mahasiswa lokal dengan ramah menghampiri kami dan bertanya apa kesulitan yang kami hadapi. Mereka dengan sangat ringan tangan bersedia membantu, seolah-olah mengatakan bahwa Anda benar benar diterima dengan sangat baik di negara ini.

Saya pergi ke Jordan dengan bekal bahasa Arab yang sangat jauh dari kata sempurna. Hari pertama kuliah, dengan segala keterbatasan, saya pergi berbekal petunjuk seadanya untuk mencari di mana kelas saya berada.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Informasi yang saya dapat ternyata tidak cukup untuk menemukan di mana letak kelas tersebut sehingga saya harus mendobrak rasa takut dan malu dalam diri saya untuk bertanya kepada mahasiswa lokal.

Sungguh memang luar biasa skenario Allah. Di sinilah saya kali pertama bertemu teman saya yang banyak andil dalam berkembangnya kemampuan bahasa Arab saya hingga saat ini.

Mahasiswi Jordania /Salma

Namanya Wala’. Tanpa ragu dan disertai senyuman ramah menyambut saya. “Anti min Andunisiy? Ahlan wa sahlan habibati”.

Saya hanya bisa berucap syukur Alhamdulillah kehadiran saya disambut baik. Terima kasih saya untuk beliau yang telah benar-benar memaknai arti ahlan wa sahlan, membantu dan menunggu saya dengan sabar untuk kami berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab dari pertama kami bertemu hanya menggunakan bahasa isyarat hingga sekarang kami bisa tertawa bersama.

Mulanya saya mengira bantuan yang diberikan berakhir pada hari itu saja. Tapi ternyata kepedulian itu berlanjut hingga hari hari setelahnya.

Ia kerap menanyakan bagaimana kabar saya, apa yang saya butuhkan, kesulitan apa yang saya alami dan menawarkan bantuan untuk belajar bersama.

Saya sangat bersyukur dipertemukan oleh Allah dengan teman sebaik dia. Ia yang tidak pernah lepas dari senyum manisnya setiap kami berjumpa.

Tantangan lain sebagai mahasiswa Indonesia adalah beradaptasi terhadap cuaca. Jordan adalah negara Arab dengan 4 musim;  musim semi, musim gugur, musim dingin dengan salju dan musim panas dengan suhu tinggi khas gurun.

Tidak mudah bagi kami beradaptasi dengan musim dingin di Jordan. Belum lagi mahalnya mata uang dan biaya listrik merupakan salah satu kendala untuk kami sehingga harus mencari cara bagaimana tetap menghangatkan diri.

Lagi dan lagi kami merasa nyaman, bagaimana warga di sini memuliakan mahasiswa asing yang datang. Alkisah suatu hari kami mendapatkan pemberitahuan tentang adanya bantuan musim dingin untuk mahasiswa asing yang akan dibagikan secara cuma-cuma oleh organisasi kampus.

Tidak ada persyaratan khusus. Kami hanya perlu mengisi form dengan nama, fakultas, alamat, jumlah orang dalam 1 rumah dan barang barang apa yang kami perlukan.

Saya kagum dengan mereka yang tidak menentukan apa yang akan mereka beri. Melainkan membebaskan kami untuk memilih barang apa yang kami butuhkan.

Kami menulis kebutuhan kami;  Ada sembako, pemanas ruangan, mengingat harga pemanas yang lumayan mahal kami tidak berharap banyak atas disetujuinya permintaan ini.

Ketika hari pembagian, alangkah terkejutnya yang terjadi. Kami melihat ada pemanas ruangan dengan bahan bakar minyak (pemakaiannya membutuhkan biaya lebih murah dibandingkan pemanas listrik, namun harga beli lebih mahal) dan banyaknya bantuan yang diberikan kepada kami mulai dari beras, minyak, gula, garam dan makanan pokok Arab lainnya.

Bantuan ini mungkin terlihat remeh namun sangat berguna untuk kami sebagai mahasiswa. Bahkan dalam pendistribusiannya, mereka tidak mau merepotkan kami untuk mengambil bantuan tersebut melainkan mengantarkannya hingga ke depan rumah tinggal kami secara langsung.

Saya melihat hal ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Penduduk Kota Syam, faham betul bagaimana menghargai dan memuliakan pelajar. Semoga Allah melindungi dan merahmati Bumi syam, Yordania.*/Salma, mahasiswi asal Indonesia di Yordania

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bumi Syammahasiswa Indonesia di JordanMahasiswi AsingMuslimah Jordanmuslimah Jordaniawanita Syam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid 19 Covid-19: Kasus Infeksi di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Naik
Tulisan selanjutnya Bekas Bos Besar Hollywood Harvey Weinstein Menghadapi Tuduhan Seksual di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?