Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Qiyam Al-Lail (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2015 11:22 11:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2015 11:14
Bagikan
Bagikan

PARA salaf shalih sangat rajin melakukan qiyam al-lail, di musim dingin maupun musim panas. Mereka memandang qiyam al-lail seakan-akan wajib bagi mereka.

Bahkan mereka berkata, “Setiap faqir (sufi) yang tidur di malam hari bukan karena kantuk yang tak tertahankan lagi, tentu tak sesuatu pun kan ia temukan dalam tarekat.”

Dalam hadist disebutkan, “Kalian, kerjakanlah qiyam al-lail, itu merupakan kebiasaan orang-orang salih sebelum kalian. Qiyam al-lail akan membawa kalian lebih dekat kepada Tuhan kalian. Ia juga akan menjadi penebus berbagai kesalahan kalian, pencegah dosa, dan penangkal penyakit tubuh.”

Ummu Sulaiman ibnu Dawud berkata, “Anakku! Jangan tidur malam, karena orang yang tidur malam, di hari kiamat akan datang sebagai orang tanpa kebaikan.”

Allah Ta`ala telah mewahyukan kepada Dawud a.s., “Hai Dawud! Orang yang mengaku cinta kepada-Ku, sementara saat malam tiba ia tidur melupakan-Ku, sungguh ia telah berbohong.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam sebuah hadist dinyatakan, “Sungguh, Allah Ta`ala akan membangggakan seorang hamba yang melaksakan tahajud di malam yang sangat dingin kepada para Malaikat-Nya. Dia berfirman, `Lihatlah hambaku, ia bangkit dari tempat tidurnya, meninggalkan dunia dan istrinya yang cantik, kemudian dengan kalam-Ku ia bermunajat kepada-Ku. Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuninya.”

Imam Zainal `Abidin r.a. berkata, “Suatu malam, karena terlalu kenyang makan roti, Yahya ibnu Zakariya a.s. tidur dan meninggalkan shalat malamnya. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya, `Hai Yahya, jika Kuperlihatkan surga Firdaus kepadamu sekali saja, niscaya tubuhmu akan meleleh, lalu setelah air mata, engkau menangis darah, dan setelah mengenakan kain mori kasar perkabungan, engkau akan mengenakan baju besi.”

Suatu hari ketika melaksanakan shalat malam, `Umar ibnu al-Khaththab r.a. jatuh pingsan, mungkin karena ada satu ayat melewatinya. Sehingga, selama beberapa hari ia dijenguk bagai orang sakit. Selama kekhalifahannya, `Umar tidak pernah tidur, siang maupun malam, melainkan sekadar mengangguk karena kantuk, itu pun dalam keadaan duduk.

Ia berkata, “Jika aku tidur malam, hilanglah jiwaku, dan jika aku tidur siang, hilanglah rakyatku, sementara aku akan diminta pertanggungjawaban atas mereka.”

`Abdullah ibnu Mas`ud akan segera bangkit bertahajud jika penduduk telah tertidur pulas dan terdengar gema seperti gemuruh lebah, sampai memasuki waktu subuh.

Jika suatu saat Sufyan ats-Tsauri lalai akan dirinya akibat banyak makan, ia akan (menebusnya dengan) bangkit sepanjang malam, dan berkata, “Sungguh, keledai akan ditambah berat bebannya jika makannya ditambah.”

Setelah shalat Isya’, Thawus r.a. berbaring di ranjangnya, tapi ia demikian gelisah, dan tidak tidur sampai subuh. Seringkali ia bangkit sendirian dari mulai waktu Isya sampai terbit fajar, atau ia duduk sambil menunduk dan tidak berbicara sedikit pun sampai pagi. Ia berkata, “Sungguh, ketakutan terhadap neraka Jahannam akan melenyapkan tidur para hamba.”

Berselimut akan membuat para salaf shalih merasa takut. Bahkan, sebagian dari mereka menganggap, tidur di kasur yang empuk merupakan perbuatan tercela. Di antara mereka ada yang pernah duduk dan tertidur di atas kasur sekembalinya dari perjalanan jauh, dan tidak melaksanakan shalat malam. Setelah itu ia bersumpah untuk tidak tidur di kasur, sampai menjelang kematian.* [Tulisan selanjutnya]

Dari buku Terapi Ruhani karya Syaikh ‘Abdul Wahhab Asy-Sya’ani.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:qiyam al-lailtahajud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cholil Ridwan: Rekomendasi Ijtima’ Ulama, Golput Itu Haram
Tulisan selanjutnya Qiyam Al-Lail (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?