Hidayatullah.com– Pimpinan Majelis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham menyanjung gerakan dakwah Habib Muhammad Rizieq Shihab dan ormasnya, Front Pembela Islam (FPI).
Ia mengatakan, “FPI dalam tubuh umat Islam Indonesia laksana tangan, inilah dakwah termulia,” ungkapnya melalui Fanspage resminya, akhir pekan lalu, dikutip hidayatullah.com Jakarta, Senin (23/01/2017).
Sebagaimana, lanjutnya, “Rasulullah mengajarkan, ‘Bila kalian melihat kemungkaran maka perbaikilah dengan tangan kalian, kalau tidak mampu maka dengan lisan kalian, kalau tidak mampu maka dengan hati kalian, itulah selemah-lemahnya iman’. (HR Muslim).”
Tentu FPI berdakwah dengan cara hikmah, lanjut Kiai Arifin. Melalui musyawarah, izin, 3 kali peringatan, dengan atribut pakaian dan organisasi yang jelas terdaftar legal. Baru melakukan tindakan sesudah semua ikhtiar.
“Sungguh sudah rahasia umum di negeri ini, tempat-tempat ma’siyat dan program kemungkaran seperti pornografi, perizinan minuman keras, judi, perzinaan, dan sebagainya, selalu dibekingi preman, oknum pejabat, dan media sekuler,” ungkapnya.
“Sehingga berita pun tidak seimbang seakan FPI anarkis, dan selalu dicari-cari kesalahannya, kemudian dibesar-besarkan apalagi rentan dengan masuknya provokator dengan atribut yang sama,” lanjutnya.
Lihatlah di media, siapa yang ingin membubarkan FPI? ungkap Arifin.
“Kebebasan macam apa yang dinginkan? Ingat! Kalau ma’siyat dan kemungkaran dibiarkan merajalela, ‘fahaaqqo alaihal qoul’; adzab ALLAH akan turun sebagaimana minimpa kaum Aad, Tsamud, kaum homo dan sebagainya (QS Al Isro: 16,17),” ungkapnya.
“Apa terus dibiarkan saat hukum sudah bisa ‘dibeli’ hancurlah negeri tercinta ini? Tidak sahabatku,” lanjutnya menegaskan.
Rachmawati Menangis Saat Cerita Pertemuannya dengan Habib Rizieq
Mencintai Habib Rizieq
Arifin mengungkapkan perasaan sangat cintanya kepada Habib Rizieq yang dipanggilnya dengan sapaan “ayahanda”.
“Abang silaturahim ke rumah beliau, ke pesantren beliau, saat beliau dipenjara, saat beliau sakit dan hampir setiap lebaran silaturahim ke rumah beliau. Dan sampai sekarang pun terus bersama beliau,” ungkap Arifin yang biasa menyebut dirinya dengan “Abang”.
Bahkan, tuturnya, ketika Arifin memimpin dzikir bersama Panglima TNI dan Kapolri serta 30 ribu anggota TNI di Monas, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, “secara khusus mendoakan beliau agar selalu dilindungi Allah.”
“Abang sangat mencintai beliau karena Allah. Dan yakin dengan berita gembira dari Allah dan Rasul-Nya, Insya Allah akan bersama beliau di akhirat kelak, dan pembenci beliau akan dipisahkan dengan beliau kelak di akhirat,” ungkapnya.
Ia lantas mengutip al-Qur’an Surat Az-Zuhruf 67 dan Hadits Riwayat Muslim tentang “persahabatan karena ketaqwaan” dan “seseorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang ia cintai di dunia”.
Pembenci menjadi Pencinta
Masih tentang Habib Rizieq, Arifin mengingatkan, dulu menurutnya sejumlah tokoh nasionalis seperti Jaya Supratna, Ahmad Dani, dan Ratna Sarumpaet membenci Imam Besar FPI itu.
“Namun kemudian setelah bertemu, bertatap muka, berdialog, menjadi berubah, menjadi mencintai dan mengagumi beliau, Allahu Akbar. InsyaAllah dengan hidayah Allah, para pembenci beliau hari ini pun suatu saat akan mencintai beliau karena Allah,” ungkapnya.
Ahmad Dhani Sayangkan Media Tak Mampu Melihat Sosok Luar Biasa pada Habib Rizieq
Ia mengatakan, Habib Rizieq merupakan figur teladan yang istiqamah, tegas, amanah, berani, serta cerdas.
“Beliau seorang doktor di bidang syariah, tidak takut pada siapapun, rela mati demi Allah. Tetapi sangat rendah hati, terbuka saat dikritik beliau terima lapang dada, belas kasih, menghormati perbedaan keyakinan, kebhinnekaan negeri ini, dan tidak pendendam,” ungkapnya.
Bahkan, kata Arifin, pada aparat yang memenjarakan Habib Rizieq, bukan hanya dimaafkan bahkan didoakan oleh Ketua Dewan Pembina GNPF MUI itu.
Polisi Mitra Dakwah
Bagi Habib Rizieq, menurut Arifin, polisi bukanlah musuh tetapi mitra dakwah dalam beramar ma’ruf nahi munkar.
“Ingat saat Aksi Damai 212, beliau bersama Ayahanda (Kapolri) Jenderal Polisi Tito (Karnavian) duduk bersama. Bahkan Habib sendiri memberikan piagam penghargaan yang bertuliskan ‘Al Maidah: 51’ untuk Bapak Jenderal Tito, SubhanAllah,” tuturnya.
“Penjara tidak masalah bagi beliau, bahkan dibunuh pun beliau sama sekali tidak takut. Beliau tahu da’wah dengan hisbah, amar ma’ruf nahi munkar ini pasti dihujat, dibenci, dan diperangi,” ujarnya, lalu mengutip QS: Al-Anfal 8 yang berpesan “Tegakkan kebenaran, hancurkan kebathilan, pasti kalian dibenci para durhaka itu”.
“Karena itulah beliau (Habib Rizieq. Red) ikhlas menerima konsekuensi amal mulia ini. Dan ini buah kerinduan kepada Allah dan syurga-Nya,” lanjutnya.
Siap untuk Dinasihati
Di sisi lain, menurut Arifin, tentu Habib Rizieq dengan FPI-nya juga manusia biasa yang banyak kekurangan bahkan kesalahan. “Dan terbuka, siap untuk nasehati,” ungkapnya.
Saat Arifin menyampaikan masukan langsung ke Habib Rizieq, ungkapnya, “beliau sigap menerimanya, dan memperbaiki kesalahannya bahkan minta didoakan dengan rendah hatinya beliau mohon.”
Arifin pun berdoa, semoga keberkahan selalu Allah limpahkan untuk Habib Rizieq, dan semua habaib serta ulama yang berjuang demi keberkahan umat dan Indonesia tercinta.
“Dan (semoga) semua yang membenci beliau dan yang ingin bubarkan FPI diberi hidayah Allah dan tumbuh rasa cinta pada beliau karena Allah… Aamiin,” ungkapnya dalam tulisan panjang berjudul “Tak Kenal Tak Sayang” di laman Facebook itu.*