Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Peluru Terakhir “Tante Dolly”

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2014 07:10 7:10 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2014 07:09
Bagikan
Pembela Dolly di malam terakhir sebelum tempat maksiat ini ditutup paksa
Bagikan

Hidayatullah.com–Malam terakhir sebelum deklarasi alih fungsi kawasan prostitusi Dolly-Jarak, Selasa (17/06/2014), hidayatullah.com terlambat hadir pada jumpa pers yang digelar tepat pada waktu maghrib oleh Front Pekerja Lokalisasi (FPL).

Meski FPL mengimbau para pemilik wisma maksiat untuk beroperasi secara normal, malam itu kawasan Dolly dan Jarak tampak lengang.

Etalase-etalase wisma yang biasanya menampilkan para pelacur tampak kosong.

Ketika hidayatullah.com akan mengambil gambar, seorang anggota tiba-tiba melarang. Tapi larangan ini bukan hanya pada hidayatullah.com saja, sejumlah wartawan lain yang terlambat jumpa pers juga ditegur, kemudian dikumpulkan ke posko FPL.

Ketua FPL, Saputra alias Pokemon, mengatakan khusus malam itu wartawan dilarang mengambil gambar.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Kalau disuting dan diwawancara terus, bagaimana mereka (WTS) bekerja. Mereka butuh makan,” kata Pokemon.

Tak lama usai berbincang dengan Pokemon, seorang anggota FPL masuk ke posko mengingatkan teman-temannya untuk berjaga malam.

“Yang merasa tugas malam, ayo jaga,” kata pria kurus berambut panjang itu.

Kemudian pria tadi keluar dengan memikul sekardus air mineral seraya berteriak, “Allahu akbar.” Tapi tidak ada satupun yang menyahuti takbirnya itu.

Kata Pokemon, besok malam –di malam deklarasi penutupan Dolly dan Jarak- boleh ambil gambar.

Tanda Kematian

Usai meliput deklarasi alih fungsi kawasan prostitusi Dolly dan Jarak, Rabu (18/06/2014), hidayatullah.com menyempatkan kembali singgah ke kawasan Dolly dan Jarak.

FPL masih melakukan blokade jalan-jalan menuju Dolly dan Jarak. Tetapi warga setempat dan wartawan tetap boleh masuk.

Namun malam itu Dolly dan Jarak benar-benar gelap. Tidak ada satupun wisma yang buka. Semua lampu di Gang Dolly dipadamkan. Sementara lampu-lampu jalan di Jalan Jarak tetap menyala, namun wisma-wisma prostitusi tutup semua.

Sejumlah warga yang ditemui menjawab sekedarnya. “Enggak tahu mas. Sebagian wisma sudah ada yang disegel,” ujar seorang pria bertopi yang hidayatullah.com temui di mulut Gang Dolly.

Meskipun gelap, warga Dolly dan Jarak tetap beraga-jaga dari ancaman masuknya aparat ataupun ormas-ormas pro penutupan.
Seorang wanita berkaus hitam merokok mengeluhkan keadaan tersebut.

“Bu Risma, (Walikota Surabaya Tri Rismaharini) nanti sekolah anak saya bagaimana?” katanya.

Kalangan anti-penutupan Dolly-Jarak sudah melakukan hampir segala cara untuk membendung kebijakan Pemkot Surabaya.

Mulai dari menggelar demonstrasi para pelacur dan mucikari, menulis surat ke parlemen dan pemerintah, audiensi Komnas HAM, hingga memasang bendera-bendera setengah tiang di depan wisma.

Seorang ustad yang tinggal di Dolly, Ngadimin Wahab mengomentari pemasangan bendera-bendera setengah tiang di gang pelacuran yang konon dirintis seorang wanita Belanda dengan sebutan Tante Dolly itu.

“Bendera setengah tiang itu kan untuk pahlawan yang sudah mati. Kalau begitu, itu bisa jadi memang tanda-tanda (kompleks pelacuran Dolly-Jarak) akan mati,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dollygang dollyJelang Penutupan DollylokalisasimaksiatpelacuranWTS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Harmonis, Cara Jitu Hadapi Gerakan Feminisme
Tulisan selanjutnya Pelecehan pada Anak Hambat Kemampuan Kontrol Kognitifnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?