Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tewaskan 6 Orang, Pakistan Kecam Serangan Drone Amerika di Waziristan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juli 2014 18:12 6:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juli 2014 18:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya enam orang tewasdalam serangan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat di wilayah pedalaman Waziristan, di mana tentara Pakistan melancarkan operasi melawan Taliban, kata sumber-sumber intelijen kepada Aljazeera.

Dua misil yang ditembakkan hari Kamis (10/7/2014) ke arah sebuah pemukiman dan sebuah kendaraan di desa Madakhei di Dattakhel, Waziristan, kata sumber anonim itu.

Aljazeera tidak dapat mengkonfirmasi secara independen untuk mengetahui kejelasan identitas korban yang terbunuh, karena akses ke daerah itu tertutup.

Insiden hari Kamis itu merupakan serangan drone AS yang keempat di wilayah Pakistan sejak Pakistan bulan lalu memburu anggota Tahreek-e-Taliban di Waziristan Utara.

Tiga serangan sebelumnya, termasuk serangan ganda pada 12 Junim menewaskan sedikitnya 10 orang di Miranshah dan serangan lainya di Miranshah pada 18 Juni menewaskan sedikitnya 4 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam sebuah pertemuan tertutup 1 Juli lalu, Menteri Informasi Pakistan Pervez Rashid mengatakan bahwa serangan-serangan drone Amerika yang dilakukan saat Pakistan melancarkan operasi militer justru “kontraproduktif.”

Kepada Humas tentara Mayjen Asim Bajwa mengatakan, serangan drone itu “tidak membantu kami,” seraya menegaskan bahwa operasi militer atas Taliban di wilayah Pakistan itu adalah kewenangan Pakistan sendiri dan dilakukan atas kemampuan negara itu sendiri. Kalaupun Pakistan membutuhkan bantuan, maka Islamabad akan meminta bantuan kepada penjaga perbatasan Afghanistan atau ISAF, bukan Amerika Serikat.

“Drone sama sekali bukan, saya ulangi lagi, sama sekali bukan bagian dari rencana serangan kami,” tegas Bajwa.

Di tempat terpisah jurubicara Kementerian Luar Negeri Tasneem Aslam mengatakan, “Kami mengecam serangan-serangan tersebut. Kami sudah menyatakan dengan jelas bahwa serangan-serangan itu tidak dapat diterima, itu melanggar kedaulatan Pakistan … Kami telah katakan bahwa serangan drone hanya memperumit upaya kami untuk memberantas teroris.”

Serangan 2 Juni lalu menghentikan “puasa” 6 bulan serangan drone AS di Pakistan, atau yang terlama sejak Obama menjabat presiden pada tahun 2009.

Menurut data pemerintah Islamabad, lebih dari 876.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka dan mengungsi akibat serangan udara militer Pakista dan serangan balasan Taliban. Lebih dari 400 orang tewas akibat serangan-serangan di wilayah perbukitan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah Bebas HIV, Virus pada Balita Amerika Muncul Lagi
Tulisan selanjutnya Bosnia Kubur Korban Pembantaian Srebrenica yang Teridentifikasi 19 Tahun Setelah Dibunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?