Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tujuh Tahun Setelah Didakwa Mladic Masih Hidup Bebas

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Mei 2011 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratko Mladic masih bisa tinggal secara bebas di rumahnya di Beograd hingga tahun 2002, tujuh tahun setelah ia didakwa oleh pengadilan kejahatan perang internasional. Ia sering menjamu tamu untuk makan, meminum rakia (minuman beralkohol), dan mendengarkan musik, kata seorang teman, Senin (30/5).

“Dia adalah orang yang sangat aktif sepanjang waktu itu,” kata Aleksandar Mihailovic, yang tinggal tidak jauh dari rumah Mladic dan perusahaannya membangun rumah Mladic. “Dia mencintai lagu, rakia, makan, dan seorang yang sangat normal.”

Mladic ditangkap Kamis lalu di rumah sepupunya di kawasan pertanian, di desa 100 km  timur laut Beograd.

Belum lama di bulan ini jaksa kejahatan perang PBB mengatakan, Serbia tidak berbuat cukup untuk mencari Mladic, yang sedang menunggu ekstradisi ke Den Haag dalam beberapa hari mendatang dengan tuduhan genosida dalam pengepungan Sarajevo tahun 1992-1995, dan pembantaian 8.000 Muslim di Srebrenica selama perang Bosnia.

Penangkapannya adalah kunci bagi Serbia untuk menuju keanggotaan Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dia tinggal normal sampai 2002,” kata Mihailovic, Wakil Direktur pada perusahaan Stankom yang bergerak di bidang real estate. “Semua orang datang untuk memberikan penghormatan padanya … Dia bukan tipe orang yang suka ongkang-ongkang dan tak melalukan apa-apa.”

Mladic sering bercerita tentang keluarga dan teman-teman, serta seorang penggemar sepak bola setelah masa peperangan. Dia sesekali menonton sepak bola atau mengunjungi restoran di ibukota, dan hidup dari pensiun militer. Banyak orang datang meminta nasihat atau bantuan.

Mantan Jenderal Serbia Bosnia itu berada di Beograd selama pemboman NATO 1999 di Kosovo, katanya. Pada tahun 2002, “suatu hari ia menghilang,” kata Mihailovic. “Apa yang terjadi setelah itu, hanya dia yang tahu.”

Pada bulan Oktober 2002, pengadilan kriminal internasional mengeluarkan surat dakwaan perubahan terhadap Mladic, setahun setelah pemimpin Serbia Slobodan Milosevic dikirim ke Den Haag. Pada tahun yang sama pemerintah Serbia menandatangani undang-undang yang memungkinkan ekstradisi tersangka dan mendesak semua tersangka kejahatan perang untuk menyerah.

Mladic kadang-kadang terlihat berada di wilayah Republik Serbia Bosnia pada paruh kedua tahun 1990-an, tetapi pasukan NATO yang ditempatkan di sana tidak bertindak terhadap dia pada saat itu.

Mladic berargumen, pengepungan Sarajevo, dengan 10.000 meninggal, adalah operasi militer yang sah, dan sebagai komandan bertanggung jawab atas seluruh perang. Ia tidak tahu tentang rincian pembantaian Srebrenica itu.

Jaksa di Pengadilan Kriminal Internasional untuk wilayah bekas Yugoslavia itu yakin dapat membuktikan bahwa Mladic adalah seorang pembunuh kejam yang memang menghasut kejahatan tersebut.

Mevludin Oric, seorang Muslim Bosnia dari Srebrenica yang selamat dari eksekusi massal dengan bersembunyi di bawah tumpukan mayat, mengatakan bahwa ia melihat Mladic di pintu sekolah senam, tempat para tawanan dikumpulkan dengan penuh sesak, sebelum dibawa pergi untuk dieksekusi.

“Orang-orang berbisik: lihat, itu Mladic sana, ia berdiri dengan pengawalnya, mengawasi sekolah senam dengan  tertawa,” kata Oric dalam  wawancara  pada tahun 2005.

Setelah 1995, kata Mihailovic, Mladic jarang berbicara tentang perang dan perawakannya hanya menggambarkan sedikit tentang masa lalu. “Srebrenica sudah lama menjadi tema yang tabu. Apa yang terjadi tidak benar-benar jelas,” tambah Mihailovic.

Setelah perang, wilayah Serbia di Bosnia tetap menjadi bagian Bosnia, bukan sebagai negara merdeka yang diharapkan Mladic.  Pejabat Serbia berharap, dapat menyelesaikan proses banding hukum dan mengekstradisi Mladic ke Den Haag minggu ini.*

Keterangan foto: Ratko Mladic saat ini.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Mesir Tangkap Mata-Mata Iran
Tulisan selanjutnya Israel Mengaku Tak Akan Mengulangi Lagi Serangan Flotilla

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?