Lanjutan seruan PERTAMA
Kelima: Sebagaimana diminta kepada penduduk Syam untuk menghadapi pawai militer yang zalim itu. Mereka juga diminta melawan mereka secara politik dan juga lewat media yang dapat menjelaskan kebenaran yang terjadi dan menyingkap kebatilan dan kebohongan musuh yang katanya hanya melawan teroris padahal sejatinya yang mereka lawan adalah Islam yang dibawa oleh penghulu seluruh makhluk, Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dalam pemahaman mereka yang rusak.
Kemudian setelah itu, umat diharapkan mengeluarkan segala potensinya lewat media dan politik, menolong para mujahidin di bumi Syam.
Allah berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya, “Mukminin dan Mukminat saling toling menolong di antara mereka. Memerintahkan pada yang makruf dan mencegah dari kemunkaran. Menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menaati Allah dan RasulNya. Mereka itulah yang akan Allah rahmati. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)
Allah juga berfirman yang artinya, “Orang-Orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara mereka. Bertakwalah kepada Allah. Semoga kalian dirahmati.” (QS. al-Hujurat: 10)
Keenam: Rabithah Ulama Muslimin mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintahan Bahrain berupa penarikan Duta Besarnya dari Iran dan mengusir Duta Besar Iran dari tanah mereka. Rabithah juga mengajak kepada seluruh negara Islam untuk mengikuti jejaknnya.
Sebagaimana Rabithah menegaskan kepada saudara-saudaranya pemerintahan di tanah Arab bahwasanya subuh telah jelas bagi yang memiliki sepasang mata. Dan bahwa kaum tersebut bukanlah saudara kita. Dimana mereka telah mempertegas jalan mereka dalam memecah belah persatuan negara-negara Islam. Dan tidak membuat mereka gentar seperti bersatunya pemimpin dan rakyat untuk melawan musuh. Dan mengembalikan kepercayaan antara pemerintah dan para dai ahlussunnah wal jamaah. Dan tidak ada yang dapat menyatukan itu semua seperti keadilan, tersebarnya kebaikan, kebenaran dan terangkatnya kezaliman.
Kemudian, hendaknya menjadi maklum bagi semua bahwa jatuhnya negeri Syam di tangan orang Rusia dan Persia akibatnya semakin jauh akan menimpa setiap jengkal tanah dan setiap muslim.
Ketujuh: Kami ingatkan kepada umat Islam secara umum dan penduduk Suriah secara khusus bahwa keteguhan mereka di atas kebenaran itulah yang mengundang persekongkolan Timur dan Barat. Dan bahwa Afganistan adalah palu terakhir dalam memecah persatuan Uni Soviet. Begitu juga Suriah, dan akan lebih dari itu Insya Allah.
Allah berfirman:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya, “Orang-Orang yang ketika manusia berkata pada mereka, sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk melawan kalian maka takutlah pada mereka. Namun hal itu justru menambah keimanan mereka dan berkata, cukuplah Allah bagi kami dan sungguh Dia adalah sebaik-baik penolong. Lalu mereka berbalik dengan membawa nikmat dan keutamaan dari Allah. Mereka tidak ditimpa keburukan. Mereka mencari keridhaan Allah. Dan Allah Dzat yang memiliki keutamaan yang agung. Sesungguhnya hal itu hanyalah syaithan yang menakut-nakuti para waliNya. Maka janganlah takut pada mereka. Takutlah padaKu jika kalian benar orang-orang beriman.” (QS. Ali Imran: 173-175)
Terakhir, sesungguhnya umat ini lebih mulia dan lebih kuat dari dikalahkan oleh musuh. Dan Allah lebih mengasihi umat ini dari menimpakannya azab yang menyeluruh dan azab dari musuhnya. Dalam hadis disebutkan, “Tidak akan Allah kumpulkan untuk umat ini dua pedang. Pedang dari dalam dan pedang dari musuhnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)
(Dan Allah berkuasa atas urusanNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui)
Lembaga Tinggi Rabithah Ulama al-Muslimin
Sekjend Rabhitah Ulama Muslimin, Syekh Nashir al Umar
20 Dzulhijjah 1436 H/2 Oktober 2015