Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Inggris: Afghanistan dan Nigeria Luar Biasa Korup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Mei 2016 10:11 10:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Mei 2016 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Inggris David Cameron menggambarkan Nigeria dan Afghanistan sebagai “luar biasa korup” ketika berbincang-bincang dengan Ratu Elizabeth II.

Dilansir BBC Selasa (10/5/2016), ketika itu Cameron sedang membicarakan perihal pertemuan tingkat tinggi anti korupsi yang akan digelar pekan ini di London.

“Kita akan kedatangan sejumlah pemimpin dari beberapa negara yang luar biasa korup datang ke Inggris … Nigeria dan Afghanistan, kemungkinan dua negara paling korup di dunia,” begitu terdengar dari pembicaraan Cameron dengan Ratu Elizabeth II.

Pembicaraan berlangsung di Istana Buckingham dalam perayaan hari ulang tahun Ratu Elizabeth II ke-90, yang dihadiri oleh politisi-politisi terkemuka dan tokoh-tokoh publik.

Setelah komentar Cameron itu, Uskup Agung Canterbury Justin Welby menyela, “Tapi presiden yang satu ini [Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, red] tidak korup … dia berusaha sangat keras.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa saat kemudian dalam perbincangan itu, PM Cameron sepakat dengan Uskup Agung Canterbury bahwa Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pribadi tidak korup dan dia berusaha keras untuk mengatasi masalah itu di negaranya.

Menanggapi kabar perihal pernyataan Cameron itu, Muhammadu Buhari –mantan petinggi militer Nigeria yang dikenal tegas, disiplin dan tidak mempan disuap itu– mengaku pemerintahannya “sangat tekejut dan malu.”

Melalui seorang juru bicaranya Presiden Buhari mengatakan bahwa dirinya menduga PM Inggris tersebut merujuk pemerintahan Nigeria sebelumnya ketika dia belum menjabat.

Sementara itu, seorang pejabat senior Afghanistan mengatakan karekterisasi yang diutarakan PM Cameron itu “tidak adil.”

Kedutaan Afghanistan di London mengatakan bahwa pemberantasan korupsi merupakan salah satu prioritas tertinggi dari Presiden Ghani dan tindakan tegas telah diambil guna menanggulanginya.

Menurut index persepsi korupsi tahun 2015 yang dikeluarkan Transparency International, Afghanistan berada di peringkat 167 atau hanya lebih baik dari Somalia dan Korea Utara. Sedangkan Nigeria berada di peringkat 136.

Transparency International juga berpendapat Inggris masih harus mengambil tindakan kongkrit guna mengatasi masalah penggelapan pajak menyusul pengungkapan Panama Papers.

David Cameron sendiri terungkap dalam Panama Papers bahwa dirinya dan keluarga menyimpan kekayaan di luar negeri secara rahasia, sebuah praktek yang biasa dilakukan oleh orang-orang kaya untuk menghindari dan memanipulasi pajak atau bahkan mencuci uang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teladan Umar dalam Kasus Penggusuran Lahan
Tulisan selanjutnya Diteror “Jangan Urus Orang Lain Kalau Mau Selamat”, AM Fatwa Tidak Takut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?