Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pentagon Bayar Perusahaan Humas 540 USD untuk Buat Video Teroris Palsu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2016 08:46 8:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2016 08:46
Bagikan
Ilustrasi: Pembuatan foto pemenggalan di sebuah studio
Bagikan

Hidayatullah.com–Pentagon mengeluarkan 540 USD atau sekitar Rp. 7 trilyun pada sebuah perusahaan Humas Inggris untuk membuat video palsu “teroris di Iraq” dalam sebuah kampanye propaganda rahasia yang dibongkar oleh Biro Investigasi Jurnalisme.

Perusahaan Humas Bell Pottinger, yang dikenal karena beberapa klien kontroversialnya termasuk pemerintah Saudi dan diktator Chile Augusto Pinochet, bekerja sama dengan militer AS menciptakan propaganda  dalam sebuah operasi rahasia.

Perusahaan itu menerima mandat dari CIA, Dewan Keamanan Nasional dan Pentagon untuk  memperburuk Al-Qaeda di mata internasional dan melacak orang-orang yang diduga simpatisan.

Baik White House maupun Jenderal David Petraeus, mantan jenderal yang membocorkan informasi rahasia pada istrinya, menandatangani konten yang dimuat oleh perusahaan itu.

Operasi Bell Pottinger dimulai tidak lama setelah invasi AS atas Iraq dan bertugas untuk mempromosikan “pemilihan demokratis” untuk pemerintahan sebelum berpindah ke operasi yang lebih bersifat psikologis dan penyediaan informasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mantan pegawai Martin Wells menceritakan pada Biro bagaimana dia bisa bekerja di Iraq setelah dipekerjakan sebagai editor video oleh Bell Pottinger. Tidak lebih dari 48 jam, dia telah tiba di Baghdad untuk mengedit materi untuk “operasi psikologis” rahasia di Kamp Victory.

Perusahaan itu menciptakan iklan televisi yang menunjukkan Al-Qaeda sebagai tokoh negatif serta menciptakan konten yang terlihat seperti berasal dari “TV Arab”. Para pekerja dikirim ke lapangan untuk merekam video pengeboman dengan video kualitas rendah. Kemudian perusahaan tersebut akan mengeditnya sehingga terlihat seperti rekaman berita.

Mereka akan menyusun naskah untuk opera sabun berbahasa Arab di mana para tokohnya akan menolak terorisme dengan konsekuensi bahagia. Perusahaan itu juga menciptakan video-video propaganda palsu Al-Qaeda, yang kemudian diletakkan oleh militer di rumah-rumah yang mereka serbu. Para karyawan diberi perintah khusus untuk menciptakan video-video tersebut.

“Kita harus membuat gaya video seperti ini dan kita harus menggunakan rekaman-rekaman Al-Qaeda,” perintah mereka pada Wells. “Kita butuh video itu berdurasi 10 menit, dan harus dalam format ini, dan kita harus mengodekan dalam cara ini,” ujar Martin Wells  dikutip ibtimes.co.uk, Selasa (03/10/2016).

Video-video itu hanya dapat diputar dengan Real Player yang membutuhkan koneksi internet. Di CD tersebut ditanam sebuah kode yang terhubung dengan Google Analytics sehingga militer dapat melacak alamat IP di mana video tersebut diputar.

Menurut Wells, video-video tersebut diperoleh di Iran, Suriah dan AS. “Jika sejam, 48 jam atau seminggu kemudian video tersebut muncul di belahan dunia lain, maka hal itu lebih menarik,” Wells menjelaskan. “Dan itulah yang akan mereka cari lagi, karena itu memberikanmu sebuah jejak.”

Video Palsu Teroris Iraq1
iBTIMES

Pentagon mengonfirmasi bahwa perusahaan Humas tersebut melakukan pekerjaan untuk mereka di bawah Information Operations Task Force (IOTF) yang menciptakan materi-materi yang mereka katakan “benar”. Perusahaan itu juga bekerja di bawah Joint Psychological Operation Task Force (JPOTF). Pentagon mengatakan mereka tidak dapat berkomentar terhadap operasi JPOTF.

Hukum AS melarang pemerintahannya menggunakan propaganda terhadap populasinya, maka mereka menggunakan perusahaan luar untuk menciptakan konten tersebut.

Beberapa dokumen menunjukkan Pentagon telah membayarkan 540 juta dollar AS pada Bell Pottinger dalam kontrak antara tahun 2007 dan 2011, sementara kontrak lain sebesar 120 juta dollar AS pada 2006. Perusahaan itu mengakhiri  kerjasama dengan Pentagon pada tahun 2011.

Pada 2009, dilaporkan bahwa Pentagon telah mempekerjakan perusahaan Humas kontroversial, The Rendon Group, untuk mengawasi laporan para jurnalis yang ditempatkan di militer AS, serta menilai apakah mereka memberikan laporan yang “positif” dalam tugas mereka.

Pada tahun 2005 juga diungkapkan bahwa perusahaan berbasis di Washington, Lincoln Group telah menempatkan artikel mereka di koran-koran di Iraq yang secara rahasia ditulis oleh militer AS.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al QaedahiraqPentagonperusahaan humasvideo teroris palsuwartawan militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Adian: Anies Jangan Ragu Tampil sebagai Pemimpin Islam
Tulisan selanjutnya Survei LSI: Ahok Potensi Kalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?