Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara Baltik Sarang Kasus Pembunuhan di Uni Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Februari 2018 08:46 8:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Februari 2018 08:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga negara Baltik memiliki angka korban pembunuhan disengaja tertinggi dilihat dari populasinya dibanding semua negara anggota Uni Eropa, menurut statistik Eurostat.

Laporan yang menggunakan data dari tahun 2015 itu menunjukkan bahwa menurut catatan kepolisian 5.000 orang menjadi korban pembunuhan disengaja sepanjang tahun itu di Uni Eropa.

Lithuania mencatat negara yang paling banyak kasusnya, dengan 5,89 korban per 100.000 penduduk. Kemudian disusul berturut-turut oleh Latvia dengan 3,37 dan Estonia 3,19. Ketiganya adalah negara yang terletak di kawasan Baltik.

Mengikuti di belakang mereka Bulgaria dan Siprus, berturut-turut dengan 1,79 dan 1,77 korban pembunuhan disengaja per 100.000 penduduk. Keduanya merupakan negara di luar kawasan Baltik yang memiliki angka pembunuhan disengaja tertinggi, atau di posisi keempat dan kelima secara keseluruhan.

Dari segi jumlah korban tanpa memperhitungkan populasi, Prancis merupakan negara dengan angka korban pembunuhan disengaja tertinggi sepanjang tahun 2015 di Uni Eropa, yaitu 1.017 korban. Angka itu mencakup 21 persen dari total keseluruhan korban pembunuhan disengaja di Uni Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, jika memperhatikan populasi negara, maka Prancis menduduki peringkat ketujuh secara keseluruhan.

Setelah Prancis, jumlah korban pembunuhan disengaja terbanyak ada di Jerman (682 orang atau 14%), Polandia (530 atau 11%) dan Italia (469 atau 10%).

Apabila memperhatikan populasi, di Austria terdapat 0,51 korban pembunuhan disengaja per 100.000 penduduk. Sementara di Belanda ada 0,62 korban, Spanyol 0,65 korban, Republik Ceko 0,75 korban dan Italia 0,77 korban per 100.000 penduduk.

Publikasi laporan Eurostat itu menandai European Day for Victims of Crime, lansir Euronews Kamis (22/2/2018).

Vera Jourova, komisioner kehakiman Eropa, dalam pernyataannya mengutarakan penyesalan mendalamnya karena sebagian negara anggota Uni Eropa belum sepenuhnya beralih ke Arahan Perihal Hak-hak Korban sejak November 2015.

“Saya menyeru sekali lagi agar negara-negara ini mengambil tindakan tanpa ditunda-tunda lagi. Ini sama saja ketidakadilan ganda bagi korban,” ujar wanita itu.

Data yang digunakan dalam laporan Eurostat tersebut diambil dari catatan nasional negara anggota Uni Eropa, yang kemungkinan terpengaruh dengan perbedaan sistem peradilan dan pencatatan masing-masing negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Berharap Penghafal Qur’an Jadi Role Model Umat
Tulisan selanjutnya Terpidana Korupsi, Pemimpin Gereja City Harvest Singapura Coba Kabur ke Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?