Hidayatullah.com—Barnaby Joyce mengatakan akan mengundurkan diri sebagai wakil perdana menteri Australia setelah hubungan asmara dengan seorang stafnya terungkap.
Dilansir BBC Jumat (23/2/2018), Joyce mengatakan akan mundur pada hari Senin sebagai ketua Nationals, mitra junior pemerintah.
Dia sebelumnya menolak menanggapi seruan mundur yang menggema di tengah-tengah sorotan terhadap hubungan mesranya dengan seorang staf wanita yang diterima bekerja di kantor kementerian.
Rumor hubungan asmara itu mulai tersebar setelah Joyce dan Vikki Campion tertangkap fotografer sedang bersama di sebuah bar di Sydney pada bulan Februari 2017.
Bulan April, istri Joyce yang sedang pisah ranjang dengannya, Natalie, dikabarkan melabrak Campion terkait rumor itu.
Bulan-bulan selanjutnya, teman-teman politik Joyce di Nationals menganggapnya sebagai “kekacauan”.
Keadaan semakin parah ketika terungkap bahwa Joyce menampung Campion bekerja di kantornya, sebagai penasihat media, setelah wanita itu kehilangan pekerjaan di tempat lain. Penerimaan anggota keluarga atau orang dekat sebagai staf di kantor kementerian seharusnya dimintakan izin terlebih dahulu dari perdana menteri, dalam hal ini PM Malcolm Turnbull. Namun, rupanya tidak ada persetujuan yang dikeluarkan atas nama Campion, sehingga memunculkan tuduhan kroniisme.
Hari Jumat, Joyce mengatakan pengunduran dirinya diharap dapat membantu keluarganya, mengingat kegaduhan yang ditimbulkannya.
Begitu hebohnya kasus ini, sampai-sampai PM Turnbull akan memasukkan larangan hubungan seksual bagi menteri dan stafnya dalam pedoman perilaku kementerian.
Joyce maupun Campion sama-sama bersikukuh mengatakan bahwa hubungan asmara mereka terjalin setelah Joyce pisah ranjang (dalam proses cerai) dengan istrinya, dan Campion –yang sedang mengandung anak Joyce– diterima bekerja bukan karena adanya hubungan spesial itu.*