Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Disokong Eks Partai Islam An-Nahda, Wanita Pertama Kali Jadi Wali Kota Tunis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Juli 2018 19:09 7:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Juli 2018 19:09
Bagikan
Rachid Ganouchi dan Souad Abderrahim.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang wanita untuk pertama kalinya terpilih sebagai wali kota Tunis, ibukota Tunisia.

Souad Abderrahim, 54, seorang ahli farmasi yang bergabung dengan partai Islam An-Nahda, memenangkan putaran kedua pemilihan kepala daerah ibukota Tunis. Dia mengalahkan rivalnya Kamel Idlir dari Nida Tounes, partai yang didirikan oleh Presiden Beji Caid Essebsi, lapor Associated Press Selasa (3/7/2018).

Dalam wawancara dengan AP semasa kampanye, Abderrahim mengatakan bahwa kebersihan wlayah ibukota Tunis dan penghijauan merupakan program prioritasnya.

Souad Abderrahim, mantan anggota parlemen yang juga seorang militan hak-hak perempuan, meskipun didukung oleh partai Islam An-Nahda tetapi tidak mengenakan hijab. Sejauh ini, dia satu-satunya dari sekitar enam wanita sokongan An-Nahda yang terpilih sebagai wali kota dalam pilkada di seantero Tunisia.

Dibentuk menyusul tumbangnya rezim Zine El Abidine Ben Ali akibat demonstrasi besar yang dikenal sebagai Arab Spring pada 2011, An-Nahda didirikan oleh politisi-politisi Muslim yang mengambil ide dari gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Dalam pemilu legislatif tahun 2011 An-Nahda mendulang 37,04% suara. Namun, perolehan suara mereka anjlok di pemilu 2014 menjadi 27,79%. Akhirnya, meskipun awalnya disebut-sebut sebagai partai Islam terbesar di Tunisa, parpol bentukan Rached Ghannouchi ini pada tahun 2016 mengumumkan pemisahan antara politik dan agama.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Agung Italia Perintahkan Sita €48 Juta dari Partai Liga
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Hukum Palestina karena Bayar Rakyatnya yang Dipenjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:59
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?