Hidayatullah.com –Pemerintah Jerman akan meredakan ketakutan para pengungsi Suriah dan mengatakan tak berniat mendeportasi mereka ke negeri asal, demikian dikitup media asal Jerman, Deutsche Welle hari Rabu (09/08/2018).
Dikutip dari juru bicara Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, bahwasanya Pemerintah Jerman tidak memiliki niat untuk mendeportasi para pengungsi Suriah kembali ke negara mereka.
Kepastian resmi pemerintah Jerman ini keluar setelah pekan lalu muncul pernyataan adanya desakan untuk membahas pemulangan para pengungsi ke negara asal mereka, termasuk pengungsi Suriah.
Pemulangan para pengungsi ini bertentangan dengan hukum internasional yang berlaku. Dalam kasus Suriah, masih ada ancaman yang mengancam mereka. Sesuai dengan pasal 33 dari Konvensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia.
Sebelumnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel menghadapi tekanan yang meningkat atas masalah krisis migran. Hampir 1,1 juta pencari suaka masuk ke Jerman pada tahun 2015.
German bersama Turki pernah membahas antisipasi tingginya arus pengungsi baru yang akan memasuki Eropa. Selain Jerman, Turki merupakan negara kunci dalam masalah pengungsi. Negara ini merupakan salah satu persinggahan utama para pengungsi yang ingin menuju ke Eropa.
Maret lalu, Kota Pirmasens tidak lagi menerima pengungsi. Langkah tersebut dilakukan setelah pertemuan antara pemerintah negara bagian dan tokoh masyarakat, yang mengatakan selama berbulan-bulan situasi ekonomi kota mereka terlalu sulit untuk membantu pencari suaka yang diterima.
“Kami siap memberikan bantuan jangka pendek kepada Pirmasens, karena kota ini dalam situasi khusus,” kata Menteri Integrasi Negara Bagian Rhineland-Palatinate Anne Spiegel dikutip Deutsche Welle.
Ada sekitar 500 ribu pengungsi asal Suriah di Jerman, menurut perhitungan terakhir dari Kantor Pemerintah.*/Ja’far Auzan Muzakki