Hidayatullah.com—Ribuan warga Bulgaria memblokir jalan-jalan raya dan jalan utama di negara itu hari Ahad (11/11/2018) guna memprotes kenaikan harga bahan bakar, kenaikan pajak untuk mobil-mobil tua dan berpolusi, serta premi asuransi yang diduga akan dinaikkan.
Lebih dari 2.000 orang mengusung bendera nasional Bulgaria, berjalan menuju pusat kota Sofia seraya meneriakkan kata-kata “Mafia” dan “Sampah”, mengisyaratkan kekesalan mereka atas kenaikan biaya hidup di negara paling miskin di Uni Eropa itu, lapor Euronews.
Selain di ibukota Sofia, protes juga digelar di lebih 20 kota lainnya, di mana para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan raya, termasuk rute utama yang menghubungkan Bulgaria dengan Yunani, selama berjam-jam.
Sebagian pengunjuk rasa juga menuntut pemerintahan koalisi tengah-kanan pimpinan Perdana Menteri Boyko Borrisov mundur.
Harga BBM di Bulgaria melonjak bulan lalu menyusul kenaikan harga minyak global. Guna mengurangi ketidakpuasan rakyat, regulator antimonopili mengatakan akan meninjau sektor bahan bakar guna melihat apakah ada pelanggaran terhadap undang-undang persaingan dagang.
Keputusan pemerintah Bulgaria menaikkakn pajak mobil-mobil tua dan berpolusi mulai tahun 2019 membuat banyak orang di negara itu, yang rata-rata bergaji 575 euro (9,5 juta rupiah) per bulan, marah. Besaran rata-rata gaji penduduk Bulgaria merupakan yang terendah di Uni Eropa.
Polisiti oposisi dari kalangan Sosialis mengecam kebijakan pemerintah, yang menurut mereka akan berdampak pada lebih dari 2 juta kendaraan, milik orang-orang termiskin di negara berpenduduk 7 juta jiwa itu.*