Hidayatullah.com–Negeri panda hari Jumat (17/1/2020) mulai menyaksikan arus migrasi manusia tahunan terbesar di dunia menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Sekitar 3 miliar perjalanan akan dilakukan selama musim mudik Imlek tahun ini, Kementerian Transportasi China memperkirakan. Arus mudik Imlek kali ini, yang jatuh pada 25 Januari, berlangsung mulai 10 Januari dan diperkirakan sampai 18 Februari.
Bagi buruh migran yang bekerja di kota-kota jauh dari kampung halaman mereka, mungkin masa sekali setahun itulah kesempatan mereka untuk melepaskan rindu kepada sanak-kerabat.
Tindakan pencegahan ekstra akan diberlakukan tahun ini, sebab ada wabah virus pneumonia di bagian tengah China. Di kota Wuhan, 41 orang telah didiagnosa terjangkit coronavirus tipe baru, dari keluarga virus yang dapat menyebabkan orang mengalami penyakit ringan seperti flu biasa sampai penyakit berat seperti SARS. Dua pasien sudah wafat akibat virus ini.
Di Lokasi-lokasi hub transportasi akan dilakukan tindakan penguatan disinfeksi, pemantauan dan pencegahan, kata Wang Yang, kepala engineer dari Kementerian Transportasi China.
“Kedaruratan wabah ini mungkin akan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat, terutama di mana ada konsentrasi massa selama masa mudik Festival Musim Semi ini,” kata Wang kepada para reporter dalam konferensi pers pekan lalu.
Namun Associated Press melaporkan, sampai hari Jumat (17/1/2020) pagi di Stasiun Beijing Selatan tidak ada tanda-tanda pemeriksaan atau tindakan lain untuk pencegahan bibit penyakit itu, padahal ribuan orang memadati area utama stasiun besar tersebut.
Tidak hanya itu, petugas-petugas di pos polisi mengaku tidak tahu kalau ada wabah coronavirus tersebut. Seorang wanita bernama Wang Liu yang bertugas di konter layanan pelanggan di stasiun tersebut bahkan mengatakan “belum pernah mendengar” soal situasi wabah itu.*