Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kasus Inses Kembali Mencuat, Presiden Prancis Berjanji Ambil Tindakan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Januari 2021 12:15 12:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Januari 2021 12:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah. com–Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji kepada korban inses bahwa masalah mereka akan ditanggapi dengan tegas, setelah beredar luas secara online cerita dari ratusan orang korban kekerasan seksual oleh kerabat dekat mereka sendiri (inses).

Dilansir Euronews Sabtu (23/1/2021), Presiden Macron mengatakan statuta limitasi kasus pidana inses sudah dinaikkan menjadi 30 tahun, dan pengecekan terhadap orang-orang yang bekerja menangani anak-anak sudah ditingkatkan. Meskipun demikian, dia menegaskan hal tersebut masih belum mencukupi.

Sekarang sebagai tambahan, dia menjanjikan akan ada screening pencegahan kejahatan seksual terhadap anak bagi semua calon siswa sekolah dasar dan menengah, serta sokongan dana dari pemerintah untuk perawatan psikologis korban.

“Kesaksian-kesaksian ini, kata-kata ini, tangisan ini, tidak lagi dapat diabakan begitu saja. Lawan kekerasan seksual terhadap anak-anak, sekarang waktunya kita untuk bertindak,” kata Macron dalam video pernyataan yang dirilis hari Sabtu.

Janji pemimpin Prancis itu diutarakan setelah beberapa hari terakhir media sosial di Prancis dihebohkan kisah-kisah korban inses, menyusul penerbitan sebuah buku yang isinya menuding salah seorang pengamat politik ternama Prancis telah mencabuli putra tirinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Diluncurkan oleh aktivis feminis Prancis #NousToutes –yang merujuk #MeToo– ratusan korban inses dengan tagar #MeeTooInceste membagikan pengalaman pedih mereka dicabuli oleh anggota keluarganya sendiri.

Buku yang menghebohkan tersebut ditulis oleh Camille Kouchner, putri dari mantan menteri luar negeri Prancis dan pendiri Médecins Sans Frontières Bernard Kouchner. Dia mengklaim bahwa ayah tirinya, ilmuwan politik ternama Olivier Duhamel, tiga puluh tahun silam pernah mencabuli saudara kembarnya yang laki-laki.

Duhamel mengatakan dirinya menjadi “obyek serangan personal” dan telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pengawas universitas ternama Sciences Po. Baik Duhamel maupun pengacaranya belum menanggapi tuduhan inses tersebut.

Menurut World Health Organisation (WHO), hasil studi internasional menunjukkan satu dari lima perempuan dan satu dari 13 laki-laki melaporkan pernah mengalami kekerasan seksual sebelum mereka menginjak usia 18 tahun. Namun, angka itu diyakini jauh di bawah angka sesungguhnya, sebab kasus semacam ini kerap kali disembunyikan, baik oleh korban, pelaku maupun orang di sekitar mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:camille kouchnerinsesMacronolivier duhamelPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Masjid, Membentuk Peradaban Dunia
Tulisan selanjutnya Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Roem: Ujung Tombak Diplomasi Perjuangan RI (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?