Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Turki Uighur Terus Melakukan Protes untuk Mengetahui Keberadaan Keluarga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Februari 2021 20:10 8:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2021 20:10
Bagikan
Warga Uighur membawa foto-foto keluarga mereka yang hilang (DS)
Bagikan

Hidayatullah.com–Warga Turki Uighur yang tinggal di Istanbul menggelar demonstrasi pada Kamis (11/02/2021) di dekat Konsulat Jenderal China. Mereka menuntut untuk mengetahui kondisi anggota keluarga mereka yang mereka yakini ditahan di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang barat negara itu, lapor Daily Sabah.

Lusinan Muslim Uighur – termasuk akademisi, pebisnis dan anak-anak – mengeluh karena tidak mendengar kabar dari anggota keluarga mereka selama bertahun-tahun. Mereka menduga ada kampanye sistematis Beijing yang dilaporkan melibatkan pengurungan anggota etnis minoritas di kamp konsentrasi dan kamp kerja paksa.

Berbicara dalam rapat umum tersebut, juru bicara kelompok itu, Salih Emin, meminta dunia untuk bersuara menentang apa yang disebutnya kejahatan terhadap kemanusiaan dan mengambil tindakan untuk menghentikan penganiayaan terhadap Muslim Uighur. “Pemerintah China tidak ingin organisasi hak asasi manusia menyelidiki (situasi) di negara tersebut karena mereka takut (situasi di sana). Pembantaian di sana benar dan (China) tidak ingin dunia mengetahuinya,” ungkap Emin.

Xinjiang, juga dikenal sebagai Turkistan Timur, adalah rumah bagi sekitar 10 juta penduduk Uighur. Kelompok Muslim Turki, yang membentuk sekitar 45% dari populasi daerah otonom, telah lama menuduh otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi. Ini adalah protes Uighur kedua sejak awal Februari di mana orang-orang berdemonstrasi untuk mengetahui situasi kerabat mereka.

Kebijakan Beijing terhadap Uighur telah menuai kecaman luas dari kelompok-kelompok hak asasi termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW), yang menuduhnya mengucilkan lebih dari 10 juta anggota kelompok minoritas, yang sebagian besar adalah Muslim. Emin meminta Kementerian Luar Negeri Turki untuk bertemu dengan pemerintah China untuk membantu mereka berhubungan dengan keluarga mereka, sambil juga berterima kasih kepada rakyat Turki atas dukungan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama unjuk rasa, banyak yang membawa bendera Turkistan Timur dengan warna biru langit Uighur dan mengangkat spanduk bertuliskan: “Pemerintah China Bebaskan Anggota Keluarga Saya yang Tidak Bersalah”, “China, Di Mana Putraku?”, “Di mana Saudaraku?” dan “Uighur Membutuhkan Dukungan Anda.”

‘Dengarkan Suara Kami!’

“Saya tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga saya sejak 2015 … Kami telah mengetahui bahwa beberapa anggota keluarga saya dikirim ke kamp konsentrasi,” kata Habibe Omer, salah satu pengunjuk rasa, kepada Anadolu Agency. “Dengarkan saja suara kami!” dia meminta dengan nada emosional.

“Kami menuntut agar mereka yang berada di kamp konsentrasi segera dibebaskan,” kata Abdullah Resul, pengunjuk rasa lainnya yang menghadiri aksi dengan harapan mendapat informasi tentang keberadaan kerabatnya.

Iparhan Uygur, yang datang ke Turki delapan tahun lalu untuk belajar, juga mengecam kebijakan China di wilayah otonom, dengan mengatakan dia tidak mendengar apa-apa tentang kondisi keluarganya sejak 2016. Burhan Uluyol, seorang akademisi di Istanbul Sabahattin Zaim University, juga termasuk di antara para pengunjuk rasa.

“China yang kejam telah menangkap ayah, ibu, saudara laki-laki, paman, dan keponakan saya. Mereka telah ditahan selama empat tahun. Kami di sini untuk menjadi suara mereka.”

Tahun lalu, warga Uighur mengadakan aksi unjuk rasa selama 18 hari di luar Konsulat Jenderal China di Istanbul menuntut informasi tentang kesejahteraan keluarga mereka setelah tidak dapat menghubungi mereka selama bertahun-tahun. Laporan Human Rights Watch 2018 merinci kampanye Beijing tentang “penahanan massal sewenang-wenang, penyiksaan, indoktrinasi politik paksa alias cuci-otak, dan pengawasan massal terhadap Muslim Xinjiang.”

China, bagaimanapun, telah berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka mengoperasikan kamp-kamp penahanan di wilayah otonom barat lautnya, sebaliknya mengklaim bahwa mereka “mendidik ulang” orang-orang Uighur.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaKeberadaan KeluargaprotesTurkiuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: PHK Menanti Bagi Nakes Irlandia yang Menolak Vaksinasi
Tulisan selanjutnya Soal AISHAH Wedding, Konsultan: Penolakan Pernikahan Anak Itu Baik, Tapi Lebih Baik Lagi dengan Menekan Seks Kalangan Anak-anak di Luar Nikah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?