Hidayatullah.com — Pihak berwenang di Prancis melakukan penyelidikan di sebuah kebakaran yang menghanguskan habis masjid.
Kebakaran itu terjadi di masjid di kota Rambouillet dan pihak berwenang mencurigai kemungkinan adanya penyebab kriminal di balik insiden tersebut.
Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan dalam di Twitter bahwa dia telah “meluncurkan penyelidikan penyebab kebakaran.”
Media lokal Prancis mengatakan upaya sekarang telah dilakukan untuk menemukan fasilitas alternatif bagi komunitas Muslim setempat untuk melanjutkan ibadah mereka di tempat lain sementara masjid dibangun kembali.
Masjid ini dibangun pada tahun 2009 untuk menampung komunitas Muslim di kotamadya Rambouillet. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya serangan Islamofobia di Prancis, di mana ekstremisme sayap kanan telah mengalami lonjakan, mengutip laporan The New Arab (04/09/2022).
Prancis adalah rumah bagi salah satu minoritas Muslim terbesar di Eropa. Selama bertahun-tahun, negara itu telah menerapkan undang-undang yang dirancang untuk melindungi bentuk sekularismenya yang ketat, yang dikenal sebagai “laicité,” yang menurut Presiden Emmanuel Macron berada di bawah ancaman dari Islamisme.
Beberapa asosiasi Muslim dan kelompok hak asasi manusia menuduh undang-undang tersebut telah menargetkan Muslim dan merusak perlindungan demokrasi dan membuat mereka rentan terhadap penyalahgunaan.*