Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

New Zealand Melarang Siapa Saja yang Dilahirkan setelah 2008 Membeli Rokok

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Desember 2022 10:30 10:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Desember 2022 10:30
Bagikan
mitos rokok
Bagikan

Hidayatullah.com– Parlemen New Zealand, hari Selasa (13/12/2022), meloloskan rancangan undang-undang yang melarang siapa saja yang dilahirkan setelah 2008 membeli rokok atau produk-produk tembakau.

Artinya, jumlah orang yang dapat membeli rokok akan menyusut setiap tahun. Pada 2050, dengan demikian, orang berusia 40 tahun akan dianggap terlalu muda untuk membeli rokok.

Menteri Kesehatan Ayesha Verrall, yang mengusulkan RUU itu, mengatakan ini merupakan satu langkah menuju masa depan yang bebas dari rokok.

“Ribuan orang akan hidup lebih lama, menjalani hidup yang lebih sehat dan anggaran kesehatan bisa dihemat NZ$5 miliar karena tidak perlu membiayai perawatan penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan merokok,” kata Verrall.

Jumlah perokok di New Zealand saat ini termasuk yang terendah dalam sejarah, hanya 8% orang dewasa merokok setiap hari menurut data statistik yang dirilis pemerintah pada bulan November. Angka itu turun dari 9,4% di tahun sebelumnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Diharapkan legislasi  Smokefree Environments Bill akan mengurangi jumlah perokok menjadi 5% pada 2025, dengan harapan pada akhirnya tidak ada lagi atau segelintir saja orang yang merokok.

RUU itu juga akan membatasi peritel yang dapat menjual rokok menjadi hanya 600 toko di seluruh New Zealand, turun dari 6.000 saat ini.

Peraturan baru tersebut juga akan menurunkan tingkat nikotin yang diperbolehkan dalam produk tembakau sehingga tidak terlalu menimbulkan kecanduan.

“Artinya nikotin akan diturunkan ke tingkat non-adiktif dan masyarakat akan terbebas dari proliferasi dan pengelompokan pengecer yang menarget dan menjual produk tembakau di wilayah tertentu,” kata Dr Verrall seperti dilansir BBC.

Kebijakan ini juga diharapkan akan mempersempit kesenjangan harapan hidup antara warga Maori dan non-Maori. Saat ini tingkat merokok di kalangan orang suku asli New Zealand itu mencapai 19,9% atau turun dari 22,3% pada tahun lalu.

Sayangnya, legislasi baru ini tidak melarang produk vape (rokok elektrik) yang semakin populer di kalangan generasi muda. Padahal, sejumlah hasil penelitian menunjukkan vape tidak kalah berbahayanya dibanding rokok atau produk tembakau tradisional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MaoriNew Zealandproduk tembakaurokokvape
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Temukan Cadangan Minyak di Gunung, Senilai Rp 186 T
Tulisan selanjutnya Supermarket Kosher di Dubai Dibuka, Semakin Banyak Yahudi Tinggal di UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?