Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kapolri Imbau Media Massa Memberitakan Aksi Bela Islam secara Objektif

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 November 2016 08:06 8:06 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 November 2016 08:00
Bagikan
Suasana konferensi pers dialog GNPF MUI - Polri di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016), soal Aksi Bela Islam III.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengimbau media massa agar menyampaikan berita secara objektif.

Imbauan itu khususnya terkait Aksi Bela Islam III yang akan digelar pada Jumat (28/11/2016) pekan ini.

Kapolri menyampaikan itu di penghujung konferensi pers seusai berdialog dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Pada sesi tanya jawab, salah seorang wartawan dari sebuah grup perusahaan media massa arus utama bertanya, apakah ada perlindungan keamanan dari pihak kepolisian terhadap awak media dalam aksi nanti.

PBNU Sesalkan Berita Negatif Media Asing Terkait Pemberitaan Aksi Damai 411

“Karena kemarin sebagian dari teman-teman media khususnya televisi, ini buat Pak Kapolri juga, bahwa kita kemarin sebagian teman-teman media merasa ketakutan, Pak. Karena kita dianggap tidak pro ataupun, ada yang dianggap pro, ada yang dianggap kontra (terhadap aksi. Red), begitu, Pak. Sementara kita, kan, di lapangan hanya petugas juga, Pak, sama seperti kepolisian gitu,” ujar wartawan yang bekerja di bawah perusahaan grup media milik seorang pengusaha sekaligus politisi non-Muslim itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yang dia maksud adalah penolakan oleh massa terhadap sejumlah media massa khususnya televisi yang akan meliput aksi sebelumnya. Wartawan tersebut pun mengaku, mungkin bukan medianya yang mendapati perlakuan begitu, tapi media lain. Ia lantas menyebut nama media dimaksud.

Panglima TNI Ingatkan Penjajahan Asing dengan Kuasai Media Massa

Wartawan Diminta Membaur

Menimpali pertanyaan dan penuturan wartawan tersebut, Kapolri Tito menyampaikan agar media massa tersebut memberitakan sesuai fakta.

“Jadi beritakan saja dengan objektif, itu saja!” ujarnya, lantas seisi ruangan itu riuh rendah oleh suara hadirin, baik yang mengapresiasi Kapolri maupun yang menyoraki sang penanya tadi.

Kapolri Tito pun menyarankan para awak media dalam Aksi Super Damai 212 nanti bersikap ramah dan kooperatif dengan massa.

“Membaur dengan masyarakat baik-baik. Tidak over acting. Syukur-syukur kalau ikut dzikir juga. Insya Allah tidak akan diganggu,” pesan Kapolri lagi-lagi disambut apresiasi sebagian hadirin di ruang konferensi pers pada siang hari itu.

Media Massa Diharapkan Adil dalam Memberitakan Aksi Bela Islam

Kapolri pun berjanji akan memberikan pengamanan terhadap para wartawan dalam Aksi Bela Islam III tersebut.

“Kita akan amankan, tapi yang paling utama pengamanan dari Allah Subhanahu Wata’ala,” tegas Kapolri.

Diketahui, pada Aksi Bela Islam sebelumnya di sejumlah daerah, beberapa awak media massa yang hendak melakukan peliputan ditolak kehadirannya oleh massa. Penolakan itu antara lain terjadi di Jakarta dan Medan, Sumatera Utara.

Beredar kabar bahwa penolakan itu dikarenakan media-media tersebut dipandang tidak objektif dalam memberitakan terkait Aksi Bela Islam maupun kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Media dan Upaya Membangun Rasa Takut [1]

Untuk diketahui, pada konferensi pers tersebut, sejumlah stasiun televisi memberitakannya dalam tayangan langsung. Ada stasiun televisi yang menayangkan setiap pembicara utama. Tapi ada juga stasiun televisi yang tidak menayangkan ketika yang berbicara adalah Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab. Saat giliran Habib Rizieq untuk berbicara, tayangan televisi pun berganti ke acara lain seperti iklan.

Sebelumnya, dalam Aksi Damai Bela Islam II, dua stasiun TV (Kompas TV dan Metro TV) mendapat gangguan dan penolakan massa karena dinilai telah menyampaikan berita secara tidak adil.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi bela IslamAksi Bela Islam IIIGNPF-MUIHabib Rizieq ShihabjurnalisKapolriKompas TVkonferensi persmedia mainstreamMedia massametro TVMUIobjektifperlindungan wartawantelevisiTito Karnavianwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsulat Turki di Kosovo Dapat Kiriman Bom Molotov
Tulisan selanjutnya GNPF MUI: Tunjukkanlah Akhlak Islam dan Qur’an pada Aksi Super Damai 212!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?