Hidayatullah.com– Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua menyatakan bahwa perjuangan menuntut keadilan di negeri ini belumlah selesai terkait putusan Pilpres 2019.
“Perjuangan kita belum selesai, kita harus menuntut keadilan dari korban aksi 21-22 mei kemarin, juga korban dari 600-an anggota KPPS,” ujar Abdullah Hehamahua saat berorasi menutup aksi kawal putusan MK di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/06/2019).
Pantauan hidayatullah.com, pada aksi yang digelar sejak tadi pagi, Abdullah Hehamahua menutup aksi dengan orasi yang berapi-api.
Aksi yang digelar menuntut keadilan dalam pelaksanaan Pilpres kali ini berjalan lancar.
Baca: Abdullah Hehamahua Aksi di MK: Kami Dukung Hakim Jujur & Berani
Terlihat pengamanan dari aparat semakin ketat. Banyak jalan yang ditutup hingga peserta aksi agak sedikit sulit mencapai lokasi aksi.
Selaku penanggung jawab aksi, Abdullah Hehamahua berpesan, “Siapkah saudara-saudara untuk terus berjuang?”
“Siaaap!” jawab peserta aksi dengan serentak.
“Perjuangan kita masih panjang, 5 tahun ke depan kita terus berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Tahun 2024 kelak kita harus mengusung calon sendiri, calon dari pilihan ulama sendiri. Bila perlu kita buat partai sendiri,” sambungnya.
Baca: Jelang Putusan MK, Abdullah Hehamahua Ajak Ketuk Pintu Langit
Dalam aksi tadi, puluhan ribu peserta aksi berdoa dengan khusyuk ketika diajak berdoa oleh salah satu ustadz dari mobil komando.
Doa adalah senjata bagi orang beriman. Doa juga merupakan kekuatan bagi orang beriman. Tidak akan pernah berputus asa bagi orang yang selalu berdoa. Begitu salah satu arahan dari mobil komando.
“Mari perbanyak doa hasbunallah wani’mal wakiil ni’mal maula wani’man nashiir. La haula wala quwwata illa billahil ‘aliiyil azhiim”.
Banyak peserta aksi yang berjalan kaki karena banyak jalan yang ditutup menuju ke Gedung MK.
“Saya berjalan kaki dari Monas menyusuri Stasiun Gambir hingga ke Patung Kuda, lumayan jauh sih berjalan kakinya, sekitar 45 menit baru sampai di lokasi acara” ujar Nanda salah satu peserta aksi dari Bekasi, Jawa Barat.
Aksi massa kali ini adalah kelanjutan dari aksi-aksi sebelumnya. Pada siang hari, massa yang berasal dari berbagai macam profesi ini terus menunggu dan mendengarkan seksama pengarahan dari para orator yang disampaikan dari mobil komando.
Peserta aksi berharap, dalam mengadili Perselisihan Pilpres 2019 ini, MK bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat pada Kamis (27/06/2019) malam sekitar pukul 19.35 WIB, sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 masih terus berlangsung di Gedung MK. Sedangkan massa aksi sudah membubarkan diri dengan tertib sejak sore hari.* Abu Qori