Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Jenderal Zionis: Kegagalan Kesepakatan dengan Hamas Bisa Berakibat Hancurnya ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2025 10:46 10:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Oktober 2025 10:35
Bagikan
Jenderal Yitzhak Brick
Bagikan

Hidayatullah.com— “Jika tidak ada kesepakatan, akibatnya akan menghancurkan ‘Israel’, ” demikian pernyataan dari Jenderal Yitzhak Brick, pensiunan komandan tinggi militer penjajah. Kalimat ini menjadi cermin paling jujur tentang ketakutan terdalam zionis menghadapi kekuatan yang mereka remehkan: para pejuang pembebasan Palestina, kelompok yang dikenal dunia sebagai Hamas.

Dalam tulisannya di surat kabar Maariv, Brick memperingatkan bahwa penjajah berada di titik kritis yang bisa menentukan masa depan politik dan keamanannya.

Menurutnya, kegagalan mencapai kesepakatan dengan Hamas akan menyeret ‘‘Israel’’ ke jurang kehancuran — politik, militer, dan moral.

Penolakan Hamas terhadap rencana Donald Trump, sambil tetap membuka ruang negosiasi, menunjukkan tingkat kepercayaan diri luar biasa dari kelompok pembebasan tersebut. Mereka tahu kekuatan mereka di lapangan, tahu kemampuan jaringan terowongan yang rumit, dan tahu bahwa tentara zionis bukan lagi kekuatan yang ditakuti seperti dahulu.

Mitos Tentara Tak Terkalahkan Runtuh

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Selama dua tahun perang yang melelahkan, dunia menyaksikan bagaimana ‘‘Israel’’ kehilangan taringnya. Ancaman “membuka gerbang neraka” yang dulu menjadi retorika favorit pemimpin penjajah kini berbalik arah — justru zionislah yang kini terjebak dalam neraka yang mereka ciptakan sendiri.

Brick bahkan membongkar kebohongan internal: klaim militer penjajah bahwa mereka telah menghancurkan 60% jaringan terowongan Gaza hanyalah propaganda.

Faktanya, hanya sekitar 20% yang benar-benar berhasil dihancurkan. Sementara itu, para pejuang pembebasan terus merekrut generasi baru dan memperkuat sistem pertahanan bawah tanah mereka.

Kekalahan di Bawah Tanah dan di Langit

Para komandan penjajah akhirnya mengakui bahwa mereka tidak mampu menutup jalur strategis di bawah Koridor Philadelphia — rute vital yang memungkinkan senjata dan pasokan dari Sinai mengalir ke Gaza.

Setiap hari, drone dan kendaraan bawah tanah membawa suplai baru, sementara tentara zionis hanya bisa mengawasi tanpa daya.

Inilah bukti paling jelas bahwa teknologi canggih tak bisa mengalahkan keteguhan hati dan strategi cerdas para pejuang pembebasan, tulisnya.

Krisis Kepemimpinan dan Retorika Kosong Netanyahu

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus menebar janji kosong dan retorika murahan. Ucapannya tentang “mengubah wajah Timur Tengah menjadi lebih baik” terdengar hampa di tengah kehancuran moral dan reputasi global penjajah.

Menurutnya, ‘‘Israel’’ kini menghadapi keruntuhan di hampir semua sektor:

  • Keamanan: gagal menundukkan Gaza.
  • Ekonomi: lumpuh akibat perang panjang dan sanksi tidak langsung.
  • Kesehatan dan pendidikan: runtuh karena mobilisasi militer berkepanjangan.
  • Hubungan internasional: memburuk, bahkan di mata sekutu lamanya.

Lebih buruk lagi, Amerika Serikat kini mulai memperkuat hubungan dengan Qatar dan Turki — dua negara yang secara terbuka mendukung perjuangan rakyat Palestina. Bagi zionis, ini adalah ancaman nyata yang mempersempit ruang gerak politik dan militernya.

Para pejuang pembebasan bahkan dinilai memandang ancaman penjajah sebagai “gonggongan anjing yang tak akan menghentikan kafilah.” Sikap tegas mereka terhadap rencana Trump menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar politik, tapi eksistensial:

  • Mereka menolak melucuti sayap militer — karena itu berarti menyerahkan hak mempertahankan tanah air.
  • Mereka menolak pasukan internasional di Gaza — karena itu hanyalah bentuk pendudukan baru.
  • Mereka menolak menyerahkan semua tahanan sekaligus — karena itu satu-satunya kekuatan tawar yang tersisa.

 Neraka Bagi Zionis, Kebangkitan Bagi Perlawanan

Brick memperingatkan bahwa perang berkepanjangan hanya akan memperdalam krisis penjajah:  Tawanan mereka tak akan kembali, ribuan tentara akan tewas sia-sia, dan dunia akan semakin melihat ‘‘Israel’’ sebagai negara agresor yang kehilangan arah moral.

Sebaliknya, kelompok pembebasan Masjid al-Aqsha akan meraih kemenangan strategis:

  • Mengisolasi zionis dari komunitas internasional.
  • Menghentikan upaya normalisasi dengan negara Arab.
  • Menegaskan kembali legitimasi moral dan eksistensi perjuangan Palestina.

Pada akhirnya, ketakutan terdalam penjajah bukanlah kehilangan wilayah atau kekuatan militer — tapi kehilangan mitos keunggulan yang selama puluhan tahun menjadi dasar eksistensinya.

Kini, ‘‘Israel’’ menghadapi kenyataan bahwa pasukannya tak lagi disegani, pemimpinnya tak lagi dipercaya, dan dunia tak lagi bersimpati.

Seperti diungkapkan Jenderal Brick, satu-satunya cara menyelamatkan penjajah itu hanyalah melalui perubahan besar — bahkan mengganti pemerintahan. Namun, waktu telah berlari, dan neraka yang mereka takutkan kini ada di depan mata.

Karena selama masih ada satu pejuang pembebasan yang bertahan di Gaza, neraka bagi ‘‘Israel’’ tidak akan pernah padam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHAMASHeadlineJenderal IsraelYitzhak BrickZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buntut Tragedi Al Khoziny, MUI Minta Bangunan Ponpes Tak Sesuai SOP Disetop
Tulisan selanjutnya Dengan Satu Klik, AI ‘Israel’ Menentukan Siapa yang akan Mati di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?