Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pemilik Rumah Termahal di Palestina Abdul Raouf Al-Muhtaseb Meninggal Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Desember 2022 17:07 5:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Desember 2022 16:58
Bagikan
Pemilik rumah termahal di Palestina Abdul Raouf Al-Muhtaseb meninggal dunia
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga Palestina Abdul Raouf Al-Muhtaseb (Abdurrauf Al-Muhtasib) meninggal di Hebron pada usia 61 tahun. Abdul Raouf adalah warga Palestina yang menolak menjual rumah dan tokonya kepada pemukim dan otoritas penjajah ‘Israel’ seharga 100 juta dolar AS (setara Rp 1,6 T).

Abdul Raouf meninggal dunia pada hari Kamis (22/12/2022), di rumahnya di Kota Tua Hebron akibat serangan jantung. “Abdul Raouf Al-Muhtaseb, jamaah tetap Masjid Ibrahimi, meninggal dunia hari ini. Dia terkenal karena menolak uang jutaan dolar untuk melepas rumahnya di Hebron yang diduduki (‘Israel’),” demikian tulis CJ Werleman, jurnalis, dan komentator politik, yang mendedikasikan karir jurnalistiknya untuk mengungkap diskriminasi dan ketidakadilan terhadap komunitas Muslim di seluruh dunia melalui akun twitternya.

“ They offered me 100 million $, Never! I don’t betray my people”

A Palestinian from Hebron Abdul Raouf Al-Muhtaseb, one of the permanent worshippers at Ibrahimi Mosque passed away today. He is known for having refused a 100 M $ deal to sell his house to Israeli settlers. pic.twitter.com/Fgu0cCFlhN

— Younis Tirawi | يونس (@ytirawi) December 21, 2022

Sebagaimana diketahui, rumah Abdul Raouf Al-Muhtaseb berhadapan langsung dengan Masjid Ibrahimi, di pusat lingkungan lama Al-Sahla, Hebron, lapor Arabi 21. Dikutip media Albawaba edisi Bahasa Arab, selama hidupnya, Abdul Raouf mengalami intimidasi oleh pemukim haram Yahudi agar melepaskan rumah dan tanahnya.

Namun selama selama 40 tahun ia mengaku tetap teguh mempertahankan setiap jengkal tanahnya agar tidah jatuh ke tangan Yahudi meskipun mereka telah menggunakan semua metode intimidasi dan penindasan didukung pasukan penjajah ‘Israel’, kata media itu.

Al-Mohtaseb telah menolak semua tawaran ‘Israel’ sebelumnya yang dibuat untuk membeli rumah dan tokonya, yang menghadap Masjid Ibrahimi di kota tua Al-Quds.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Dalam sebuah media, ia pernah mengungkapkan, bahwa penawaran dimulai dari harga 6 juta USD, kemudia naik menjadi 40 juta USD dan akhirnya mencapai 100 juta USD. Meski demikian, ia mengaku tak akan pernah mengubah pendiriannya untuk melepaskan dan akan tetap menjadi penjaga Masjid Ibrahimi.

“Saya menolak tawaran ‘Israel’ sebesar 100 juta dolar. Bahkan saya akan menolak seluruh uang di bumi. Saya tidak akan mengkhianati tanah atau rakyat saya,” kata Al-Mohtaseb.

Ia pernah bercerita, seorang pemukim haram ‘Israel’ juga pernah menawarkan fasilitas gratis agar Al-Mohtaseb dan keluarganya bisa memilih pindah ke Australia atau Kanada untuk menjalani kehidupan baru dan memulai bisnis baru, ia menolak mentah-mentah tawaran itu.

Al-Mohtaseb mengatakan, semakin tinggi Yahudi menaikkan tawaran untuk rumahnya, cintanya kepada Palestina justru semakin meningkat. Al-Mohtaseb mengatakan ia memiliki 20 cucu yang diharapkan akan menghabiskan hidup mereka di Hebron.

“Saya menghabiskan masa kecil saya di sini, tetapi cucu saya kehilangan ini. Saya tidak mau,” keluhnya.

Dalam sebuah wawancara dengan media Al-Mohtaseb juga menjelaskan penderitaan warga Palestina di Hebron karena ulah pendudukan ‘Israel’. “Suatu kali, saya melakukan perjalanan ke Yordania, tetapi saya merasa tidak betah. Akhirnya saya memutuskan segera pulang ke Hebron, walaupun hidup di penjara yang nyata.”

Suatu ketika, seorang pemukim Isral bernama Boaz mendatangi dan menawari 30 juta USD (sekitar 470 Miliar) untuk membeli rumahnya. Al-Mohtaseb mengajak Boaz ke sudut rumahnya dan menunjuk ke sebuah batu bata.

“Batu bata manakah yang kamu berani bayar 30 juta USD?” Boaz menjawab: “Saya ingin membeli seluruh rumah.” Lalu Al-Mohtaseb menjawab: “30 juta USD tidak cukup untuk satu bata saja.”

Ia juga mengatakan, semakin mereka (Yahudi) menaikkan harga jual, ia semakin mencintai rumah dan tanahnya, meski di bawah penjajahan. “Semakin mereka menaikkan harga, semakin saya menempel di tanah saya dan menyukainya,” katanya.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA – 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI – 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Raouf Al-MuhtasebMasjid Ibrahimipalestinapemukim IsraelRumah Palestinayahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas
Tulisan selanjutnya Tidak Menyerah Meski Gagal, Gadis Ini Jadi Pilot Pesawat Tempur Pertama Muslim India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dorong Tinggalkan Kebiasaan Scrolling, Singapura Beri Imbalan Warganya yang Baca Buku

Berita
19 September 2026 11:24
Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang
Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS

Terbaru

  • LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
  • LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
  • Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
  • MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
  • Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
  • Turki Minta Dunia Bersatu Lindungi Anak di Ruang Digital
  • Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
  • Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
  • Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?